<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jakarta &#8211; Gerbang Betawi</title>
	<atom:link href="https://gerbangbetawi.com/tag/jakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gerbangbetawi.com</link>
	<description>Gerakan Kebangkitan Betawi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 May 2025 23:00:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/du66xc8mf/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1725435610/cropped-gerbang-betawi-4-1/cropped-gerbang-betawi-4-1.webp?_i=AA</url>
	<title>Jakarta &#8211; Gerbang Betawi</title>
	<link>https://gerbangbetawi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Pancasila ke Ciputat: 1 Juni, Titik Temu Islam, Kebangsaan, dan Ilmu</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/dari-pancasila-ke-ciputat-1-juni-titik-temu-islam-kebangsaan-dan-ilmu/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/dari-pancasila-ke-ciputat-1-juni-titik-temu-islam-kebangsaan-dan-ilmu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 23:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[UIN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=563</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Murodi, Arief Subhan, dan Study Rizal LK* Tanggal 1 Juni selalu <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/dari-pancasila-ke-ciputat-1-juni-titik-temu-islam-kebangsaan-dan-ilmu/" title="Dari Pancasila ke Ciputat: 1 Juni, Titik Temu Islam, Kebangsaan, dan Ilmu" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Murodi, Arief Subhan, dan Study Rizal LK*</strong></em></p>
<p>Tanggal 1 Juni selalu diperingati sebagai hari lahir Pancasila—sebuah momen krusial dalam sejarah Indonesia ketika Bung Karno menyampaikan pidatonya yang melahirkan dasar negara kita. Namun, bagi kalangan akademik Islam Indonesia, tanggal 1 Juni juga menyimpan arti lain yang tak kalah penting: hari lahirnya ADIA (Akademi Dinas Ilmu Agama) pada 1 Juni 1957, institusi yang kemudian berkembang menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, salah satu pusat pemikiran Islam modern dan progresif di dunia Muslim kontemporer.</p>
<p>Dua tanggal ini, meski terpisah 12 tahun, seakan berjalin dalam satu narasi besar tentang upaya membumikan Islam dalam kebangsaan Indonesia. Pancasila menjadi payung ideologis yang memungkinkan keberagaman agama hidup dalam kerangka nasional. ADIA—dan kemudian IAIN serta UIN—menjadi wadah pengembangan keilmuan Islam yang mampu berdialog dengan kebudayaan, sains, dan sistem kenegaraan modern.</p>
<p>Di tengah narasi itu, muncul sosok Azyumardi Azra, salah satu tokoh intelektual besar yang lahir dari rahim UIN Jakarta dan tumbuh dalam tradisi pemikiran yang kemudian dikenal sebagai Mazhab Ciputat. Mazhab ini tidak sekadar nama geografis, tetapi sebuah tradisi berpikir Islam yang terbuka, rasional, dan kontekstual. Ia menjadi representasi dari cita-cita awal pendirian ADIA: mencetak birokrat, pendidik, dan intelektual muslim yang tak hanya taat secara spiritual, tapi juga tangguh dalam menghadapi problem-problem sosial kebangsaan.</p>
<p>Azyumardi Azra adalah cermin dari keberhasilan proyek itu. Sebagai sejarawan Islam, ia memperlihatkan bagaimana jaringan ulama Nusantara sejak abad ke-17 telah menjalin komunikasi intelektual dengan dunia Islam global, namun tetap membumi dalam konteks lokal. Sebagai pemikir kebangsaan, Azra menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya kompatibel dengan Islam, tetapi justru menjadi ekspresi politik dari nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin: ketuhanan, kemanusiaan, keadilan sosial, dan musyawarah.</p>
<p>Bagi Azra, mempersoalkan Pancasila atas nama Islam adalah ahistoris. Dalam banyak tulisannya, ia menjelaskan bahwa para pendiri bangsa—termasuk ulama—telah menempatkan Pancasila sebagai hasil konsensus luhur yang memayungi semua golongan. Karenanya, membenturkan Islam dengan Pancasila justru mengkhianati warisan ulama terdahulu. Perspektif inilah yang membuat Azyumardi terus menjadi rujukan dalam wacana moderasi beragama di Indonesia.</p>
<p>Dalam konteks ini, peringatan 1 Juni seharusnya bukan hanya menjadi ajang seremonial kenegaraan, tapi juga refleksi akademik dan spiritual. Lahirnya Pancasila dan berdirinya ADIA di tanggal yang sama bukan sekadar kebetulan kalender, tapi sebuah penanda sejarah bahwa hubungan Islam dan negara di Indonesia tidak pernah bersifat antagonistik, melainkan saling menopang dan memperkaya. Pancasila menyediakan kerangka bagi ekspresi keagamaan yang damai; sementara lembaga seperti ADIA—yang kini menjadi UIN Jakarta—menyediakan ruang intelektual untuk merawat nalar keagamaan yang terbuka, ilmiah, dan kritis.</p>
<p>Kini, lebih dari enam dekade sejak ADIA berdiri, dan delapan dekade sejak Pancasila dipidatokan, tantangan kita justru semakin kompleks. Polarisasi identitas, radikalisme digital, hingga pragmatisme politik sering kali menggerus semangat kebangsaan dan nilai keislaman yang inklusif. Dalam situasi ini, warisan pemikiran Azyumardi Azra dan semangat Mazhab Ciputat menemukan relevansinya kembali: membumikan Pancasila bukan sekadar melalui slogan, tapi dengan membangun peradaban ilmu dan keadaban publik.</p>
<p>Maka, 1 Juni bukan hanya hari kelahiran Pancasila. Ia juga menjadi momen kontemplatif untuk meneguhkan kembali komitmen pada dialog antara iman dan kebangsaan, ilmu dan amal, tradisi dan modernitas. Sebuah dialog panjang yang telah dimulai sejak ADIA berdiri, diteruskan melalui generasi Mazhab Ciputat, dan kini menjadi tugas kita semua untuk merawat dan meneruskannya.</p>
<p><em>*Penulis adalah “Trio MAS” Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/dari-pancasila-ke-ciputat-1-juni-titik-temu-islam-kebangsaan-dan-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/asset.uinjkt.ac.id/uploads/fmXyXwZY/2024/02/uin-jakarta-picture-1-1-2-1.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Jurnalis Mantapkan Ide dan Gagasan Menuju 5 Abad Kota Jakarta</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/jurnalis-mantapkan-ide-dan-gagasan-menuju-5-abad-kota-jakarta/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/jurnalis-mantapkan-ide-dan-gagasan-menuju-5-abad-kota-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2025 03:06:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[FJB]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Jurnalis Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=452</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Forum Jurnalis Betawi (FJB) menggelar kegiatan diskusi sekaligus buka puasa <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/jurnalis-mantapkan-ide-dan-gagasan-menuju-5-abad-kota-jakarta/" title="Jurnalis Mantapkan Ide dan Gagasan Menuju 5 Abad Kota Jakarta" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://gerbangbetawi.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Forum Jurnalis Betawi (FJB) menggelar kegiatan diskusi sekaligus buka puasa bersama dengan mengusung tema &#8220;Kontribusi Jurnalis Betawi Menyongsong Lima Abad kota Jakarta&#8221; acara ini berlangsung di Saung Kembangan, Jakarta Barat, pada Ahad sore (23/3/2025).</p>
<p>Dengan menampilkan tiga orang narasumber yang cukup senior di dunia jurnalistik yakni H Beky Mardani yang juga sebagai Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), kemudian H Yusron Sjarief, Jurnalis TV (news anchor) senior dan Ahmad Buchori atau biasa disapa Bang Boy, yang merupakan jurnalis senior Antara.</p>
<p>Ketua Forum Jurnalis Betawi (FJB) M Syakur Usman mengawali dengan pembukaan, dirinya menekankan pentingnya Jurnalis Betawi berkontribusi dan berperan aktif dengan usulan-usulan kegiatan untuk menyongsong 5 Abad Kota Jakarta yang akan dirayakan pada 22 Juni 2027 nanti.</p>
<p>FJB sendiri sudah melakukan inisiatif dengan mengembangkan laman berita online: Kabarbetawi.id. Laman ini akan banyak menyajikan konten-konten masyarakat Betawi sebagai masyarakat inti kota Jakarta.</p>
<p>Pada acara bukber ini. FJB juga menyampaikan beberapa program yang akan digelar untuk menyongsong 5 Abad Kota Jakarta, antara lain roadshow jurnalistik ke kampus-kampus, penerbitan buku 500 Cerita Tanah Betawi, workshop platform digital bersama kreator-kreator konten kebetawian, dan sebagainya.</p>
<p>Tepat pukul 16.30 acara diskusi dimulai yang dipandu oleh Bang Faisal dari RRI.</p>
<p>Banyak bermunculan ide dan gagasan baru agar jurnalis Betawi punya peran besar menuju lima abad kota Jakarta.</p>
<p>Beky Mardani misalnya, dirinya berharap agar jurnalis Betawi punya karya dalam bentuk buku yang bisa mengabadikan jasa para tokoh Betawi dari masa ke masa.</p>
<p>Selain itu, dia juga ingin ada karya lain yang selama ini menjadi memory kolektif orang tua agar dituangkan dalam tulisan. Seperti bagaimana kisah kampung di Betawi dahulu sebelum pembangunan sangat massif mewarnai Jakarta.</p>
<p>“Anak sekarang mana ngerasain bisa ngelihat Monas dari atas pohon kecapi. Nah, itu yang kita rasain dulu. Mari kita tulis, kita mulai dari kampung kita. Saya akan mulai dari kampung saya, Meruya,” ujar Beky yang juga Ketua PMI Jakarta Barat.</p>
<p>Yusron Sjarief menambahkan, banyak tradisi berkembang di Jakarta dan itu sangat terasa hingga kini bagi mereka yang masih tinggal di pemukiman non perumahan.</p>
<p>“Saya kalau jadi juri Abnon (Abang-None) Jakarta peserta selalu saya tanya tinggal di perkampungan atau di kompleks perumahan. Mereka yang tinggal di kompleks perumahan biasanya tidak tahu ada tradisi apa yang masih ada di Betawi,” katanya.</p>
<p>Sedangkan Ahmad Buchori menyoroti peran Jurnalis Betawi di banyak media masa umum, bukan media khusus Betawi. Karena itu, dia menyambut positif hadirnya website kabarbetawi.id milik FJB dan berharap bisa menyuarakan aspirasi warga Betawi.</p>
<p>“Kayak kejadian di Bekasi ada permintaan THR (kepada perusahaan) mengatasnamakan Betawi. Itu perlu kita luruskan, agar stigma Betawi di masyarakat tidak menjadi negatif,” ucapnya.</p>
<p>Diskusi semakin menarik menjelang Magrib.</p>
<p>Beberapa tamu undangan juga tampak hadir antara lain, Kasudin Kesbangpol Jakarta Barat, Mohammad Matsani, Ketua LBIQ dan Sekjen Permata MHT, H Supli Ali, serta adik-adik KMB PTIQ, juga hadir Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra dan Imbong Hasbullah dari LKB, serta Achmad Rizal (Sanggar Cingkrik S3 Rawa Belong).</p>
<p>Diakhir acara ada bagi-bagi buku, Bang Ipul: Simpul Betawi dari Gubernur ke Gubernur. Ada juga door prize tiket Ancol, dufan, dan Sea World, serta produk lainnya.</p>
<p>Kegiatan ini didukung oleh Gerakan Kebangkitan Betawi (Gerbang Betawi), Lembaga Bahasa dan Ilmu Al-Qur’an (LBIQ) DKI Jakarta, Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Paljaya, Permata MHT, Madrasah Aliyah Citra Cendekia, minuman isotonik dan yogurt Yoyic, Saung Kembangan, Taman Impian Ancol, dan Bir pletok Bang Isra. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/jurnalis-mantapkan-ide-dan-gagasan-menuju-5-abad-kota-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/du66xc8mf/images/f_webp,q_auto:low/v1742871812/WhatsApp-Image-2025-03-25-at-07.52.45_80cdda57-FILEminimizer/WhatsApp-Image-2025-03-25-at-07.52.45_80cdda57-FILEminimizer.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
