<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita &#8211; Gerbang Betawi</title>
	<atom:link href="https://gerbangbetawi.com/kategori/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gerbangbetawi.com</link>
	<description>Gerakan Kebangkitan Betawi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Nov 2025 15:31:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.3</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/du66xc8mf/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1725435610/cropped-gerbang-betawi-4-1/cropped-gerbang-betawi-4-1.webp?_i=AA</url>
	<title>Berita &#8211; Gerbang Betawi</title>
	<link>https://gerbangbetawi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Indonesia Museum Award 2025: Upaya Menggali Potensi Ekonomi Museum</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/indonesia-museum-award-2025-upaya-menggali-potensi-ekonomi-museum/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/indonesia-museum-award-2025-upaya-menggali-potensi-ekonomi-museum/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 15:31:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Museum Award 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=640</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Komunitas Jelajah kembali menyelenggarakan perhelatan akbar bertajuk Indonesia Museum Awards <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/indonesia-museum-award-2025-upaya-menggali-potensi-ekonomi-museum/" title="Indonesia Museum Award 2025: Upaya Menggali Potensi Ekonomi Museum" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Komunitas Jelajah kembali menyelenggarakan perhelatan akbar bertajuk Indonesia Museum Awards 2025, Ahad 23 November 2025.</p>
<p>Ajang ini bertujuan memberikan apresiasi dan penghargaan tidak saja kepada museum dan tokoh permuseuman, namun juga kepada individu maupun institusi yang selama ini dinilai banyak memberikan kontribusi dan karya nyata demi kemajuan permuseuman dan kebudayaan pada umumnya.</p>
<p>Bertempat di Ciputra Artpreneur, Jakarta, perhelatan yang dilaksanakan untuk yang ke-14 kali berturut-turut itu tahun ini berlangsung meriah, dihadiri oleh sekitar 500 undangan dari seluruh museum Tanah Air.</p>
<p>Dalam sambutannya melalui video Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa museum memiliki peran dan posisi penting dan strategis dalam arsitektur kebudayaan nasional.</p>
<p>Karena itu, menurutnya, museum harus menjadi pilar infrastruktur kebudayaan nasional, bukan hanya menjaga warisan masa lalu tetapi juga menghadapi tantangan masa depan.</p>
<p>“Museum harus memiliki kekuatan untuk menyatukan dan menggerakkan,” tegasnya.</p>
<p>Indonesia, urainya lebih lanjut, memiliki 1.340 suku bangsa, 718 ragam bahasa yang mewakili 10 persen dari bahasa di dunia, dan 2.213 watisan budaya tak benda yang tercatat sampai dengan 2024 ditambah sekitar 500 lebih untuk tahun 2025, serta puluhan ribu l;ainnya mulai dari seni, kuliner dan fashion yang merupakan bagian dari ekspresi seni budaya Indonesia.</p>
<p>Kekayaan budaya ini, tambahnya, harus bisa dijadikan sebagai driving force, suatu kekuatan untuk menggerakkan, selain sebagai kekuatan untuk menyatukan.</p>
<p>“Karena itu museum harus memiliki kekuatan untuk menyatukan dan menggerakkan,” tegasnya. Menurut Fadli museum adalah “wajah depan sebuah negara” dalam kaitannya dengan identitas, narasi, dan nilai yang kita wariskan.</p>
<p>Indonesia Museum Awards tahun ini mengusung tema “MuseuMart.” Tema ini berfokus pada bagaimana museum dapat memanfaatkan potensi ekonomi yang dimilikinya untuk meningkatkan kesejahteraan insan permuseuman.</p>
<p>“Kita tahu sebagian besar museum menghadapi persoalan anggaran yang memang masih sangat terbatas,” ujar Wiendu Nuryanti, Ketua Dewan Juri.</p>
<p>Menurut Wiendu secara umum isu ini memang belum banyak disentuh pengelola museum. Padahal jika digali lebih jauh museum memiliki potensi pendapatan yang cukup besar di luar sumber pendapatan dari tiket masuk. Menurut Guru Besar UGM ini museum-museum besar di dunia menjadikan kreativitas penjualan souvenir dan merchandise sebagai bagian penting strategi bisnis mereka.</p>
<p>Ia memberi contoh Museum Louvre di Paris, yang memperoleh pendapatan tahunan total antara 200-250 juta euro, atau setara dengan Rp 3,4 trilium hingga Rp 4,2 triliun, hampir separuh dari jumlah pendapatan itu berasal dari hasil penjualan aneka souvenir, kaus dan asesoris hasil kolaborasi dengan merk pakaian global.</p>
<p>“Ini potensi yang luar biasa besar” terang mantan Wakil Menteri bidang Kebudayaan ini</p>
<p>Sejalan dengan itu, Komunitas Jelajah telah bergerak dengan menyelenggarakan workshop Economy Experience Incubator dalam rangkaian program Road to IMA 2025. Acara digelar di dua kota, yaitu Bandung bekerjasama dengan Museum Geologi, dan di Mataram, Lombok bekerjasama dengan Museum Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).</p>
<p>“Ini adalah program praktis yang tujuannya memberi bekal dan pengetahuan peserta bagaimana mengelola dan memanfaatkan aset berupa koleksi museum untuk dijadikan souvenir misalnya sehingga memiliki nilai tambah,” terang Ciwuk Musiana Yudhawasthi, Ketua Komunitas Jelajah.</p>
<p>Dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut, harap Ciwuk, akan memacu insan permuseuman untuk berpikir kreatif mencari sumber pendapatan museum, misalnya dari penjualan merchandise atau souvenir yang dibuat dari koleksi museum yang paling ikonik, menarik dan unik.</p>
<p>Seperti tahun sebelumnya, penyelenggaraan Indonesia Museum Awards tahun ini memilih museum-museum yang meraih apresiasi dalam 5 kategori, yaitu Museum Cerdas, Museum Lestari, Museum Bersahabat, Museum Inspiratif, dan Museum Komunikatif. Selain itu, aka nada pemberian penghargaan berupa apresiasi khusus kepada tokoh yang dinilai Dewan Juri telah memberikan kontribusi dan sumbangsih nyata untuk pemajuan permuseuman dan kebudayaan Indonesia.</p>
<p>Penghargaan khusus itu berupa Tokoh Peduli Museum dan Anugerah Pengabdian Sepanjang Hayat untuk tokoh yang dinilai memberikan andil secara luar biasa dalam merawat dan melestarikan warisan nilai-nilai budaya bangsa secara berkelanjutan, dan menunjukan kerja nyata bagi pemajuan permuseuman dan kebudayaan Indonesia secara umum.</p>
<p>Selain itu, perhelatan ini juga memberikan Penghargaan Khusus Amir Sutaarga kepada tokoh daerah yang secara konsisten dan terus menerus merawat dan melestarikan kearifan lokal dan kekayaan nilai-nilai budaya di daerahnya sehingga dapat dinikmati dan dijadikan pelajaran bagi generasi yang akan datang.</p>
<p>Tahun ini Indonesia Museum Awards juga kembali memberikan penghargaan khusus Media Peduli Museum, sebagai apresiasi terhadap media yang banyak memuat artikel dan konten dengan pesan-pesan yang positif tentang museum.</p>
<p>&#8220;Kami menilai media memiliki peran yang sangat penting dan strategis sebagai bagian dari kerja bersama menuju permuseuman yang lebih baik,&#8221; jelas Yuliandre Darwis, anggota Dewan Juri.</p>
<p>“Apa yang dimuat dan ditulis oleh media akan mempengaruhi persepsi publik terhadap museum,” terang pakar Komunikasi itu.</p>
<p>Berikut daftar nominasi dan Pemenang Anugerah Indonesia Museum Awards 2025</p>
<p><strong>Kategori Museum Cerdas:</strong></p>
<p>Museum Geologi<br />
Museum Pusat TNI AL Jalasveva Jayamahe<br />
Museum Timah Indonesia, Pangkal Pinang<br />
Museum Sangran<br />
Museum Kota Lama Semarang<br />
Museum Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan</p>
<p>Pemenangnya : Museum Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan</p>
<p><strong>Kategori Museum Bersahabat:</strong></p>
<p>Museum Semedo<br />
Museum Anak Bajang<br />
Museum Negeri Sumatera Utara<br />
Museum Jamin Ginting<br />
Museum Wayang Jakarta<br />
Bayt AlQur”an &amp; Museum Istiqlal TMII</p>
<p>Pemenangnya : Bayt AlQur”an &amp; Museum Istiqlal TMII</p>
<p><strong>Kategori Museum Lestari:</strong></p>
<p>Museum Keris Nusantara, Solo<br />
Museum Tjong A Fie Mansion<br />
Museum Pusaka Kasepuhan Cirebon<br />
Museum Provinsi NTT<br />
Museum Monumen Bajra Sandhi Bali<br />
Museum Batik Pekalongan</p>
<p>Pemenangnya : Museum Provinsi NTT</p>
<p><strong>Kategori Museum Komunikatif:</strong></p>
<p>Museum Bank Indonesia<br />
Museum Islam Indonesia Hasyim Asyari<br />
Museum Lawang Sewu<br />
Museum Balanga Kalimantan Selatan<br />
Museum IMERI FKUI<br />
Museum Song Terus</p>
<p>Pemenangnya : Museum Bank Indonesia</p>
<p><strong>Kategori Museum Inspiratif:</strong></p>
<p>Museum Provinsi NTB<br />
Museum Affandi<br />
Museum Le Mayeur Bali<br />
Museum Batik Indonesia TMII<br />
Museum Gunung Api Merapi<br />
Museum Geopark Batur</p>
<p>Pemenangnya Museum Provinsi NTB</p>
<p>Kategori Khusus Museum of Honor: MUSEUM NASIONAL INDONESIA</p>
<p>Kategori Khusus Media Peduli Museum: OKEZONE</p>
<p>Kategori Khusus Tokoh Peduli Museum: UDAYA HALIM</p>
<p>Kategori Khusus Pengabdian Sepanjang Hayat: WIWOHO BASUKI TJOKRONEGORO</p>
<p>Kategori Khusus Anugerah Amir Sutaarga: JOHSZUA ROBERT MANSOBEN</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/indonesia-museum-award-2025-upaya-menggali-potensi-ekonomi-museum/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251123-WA0009_copy_800x600_1.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Bangkitnya Intelektual Betawi di Hari Kebangkitan Nasional</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/bangkitnya-intelektual-betawi-di-hari-kebangkitan-nasional/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/bangkitnya-intelektual-betawi-di-hari-kebangkitan-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2025 12:24:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi’s Profesor Club]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=534</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Di hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2025, sejumlah intelektual <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/bangkitnya-intelektual-betawi-di-hari-kebangkitan-nasional/" title="Bangkitnya Intelektual Betawi di Hari Kebangkitan Nasional" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://gerbangbetawi.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Di hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2025, sejumlah intelektual Betawi mengadakan acara Silaturrahim di Assyiik Resto, Setu Cipayung, Kecamatan Setu Cipayung, Jakarta Timur. Sejumlah intelektual Betawi itu terdiri dari para Profesor dari beberapa Perguruan Negeri dan Swasta, di Jakarta dan sekitarnya.</p>
<p>Selain itu, juga dihadiri oleh salah seorang Jenderal TNI AD (purnawirawan), yang juga berasal dari Betawi. Beliau juga yang memfasilitasi pertemuan tersebut di restonya.</p>
<p>Pertemuan Silaturrahim itu digagas oleh Prof. Murodi dan Prof. Sylvia Murni, yang merupakan penggagas dan pendiri Betawi’s Profesor Club.</p>
<p>Berawal dari keinginan sejumlah profesor Betawi untuk mengadakan Silaturrahim guna menggagas berdirinya sebuah forum atau lembaga yang menghimpun potensi intelektual Betawi dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di daerah Jakarta dan sekitarnya.</p>
<p>Selama ini, potensi itu masih berserakan tidak termanfaatkan secara maksimal, baik oleh lembaga pendidikan atau Pemerintah Daerah Jakarta, terutama terkait pemberdayaan masyarakat Betawi dan kebudayaannya.</p>
<p>Padahal, banyak profesor dan doktor dari komunitas etnis masyarakat Betawi yang bisa diajak kerjasama, semisal Prof. Yasmin Shihab, anteopolog UI, Prof. Bahrullah Akbar, Mantan Ketua BPK RI, Prof. Hasbullah Thabrani, seorang dokter senior. Prof. Zulkifli, Dekan FKM UI, Prof. Agus Suradika, dan masih banyak lagi yang lain.</p>
<p>Mereka adalah orang-orang hebat dan potensial. Karena itu, meski dalam kedibukan luar biasa, mereka mau menyempatkan diri hadir guna menggagas berdirinya sebuah organisasi atau forum intelektual Betawi.</p>
<p>Meski belum disepakati namanya, tapi mereka bersepakat untuk secara bersama membentuk sebuah lembaga untuk menghimpun para intelektual Betawi potensial.</p>
<h3>Betawi’s Intellectual Circle</h3>
<p>Gagasan mendirikan forum atau semisal Betawi’s Intellectual Circle bertjuan, antara lain untuk:</p>
<p>Pertama meningkatkan kualitas pemikiran dan penelitian di bidang kebudayaan Betawi.</p>
<p>Kedua Mengembangkan program pengabdian masyarakat yang berbasis kebudayaan Betawi.</p>
<p>Ketiga Meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan Betawi.</p>
<p>Keempat. Membangun jaringan dan kerjasama dengan institusi pendidikan dan penelitian lainnya.</p>
<p>Semua gagasan tersebuat akan dituangkan dalam bentuk Program Diskusi Ilmiah, tentang topik-topik yang relevan dengan kebudayaan Betawi. Selain itu, juga melakukan penelitian kolaboratif dengan institusi pendidikan dan penelitian lainnya tentang kebudayaan Betawi.</p>
<p>Kemudian, ada juga program publikasi Jurnal ilmiah tentang kebudayaan Betawi. Terakhir, program kegiatan budaya yang mempromosikan kebudayaan Betawi, seperti festival, pameran, dan pertunjukan seni.</p>
<p>Dengan demikian, Betawi&#8217;s Intellectual Circle dapat menjadi wadah bagi intelektual Betawi untuk memajukan pemikiran, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai kebudayaan Betawi.</p>
<p>Hal Itu semua impian kami sebagai intelektual masyarakat Betawi yang tergabung dalam Betawi’s Intellectual Circle. Semoga terwujud semua impian tersebut dalam waktu dekat.</p>
<p><em><strong>Murodi al-Batawi.</strong></em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/bangkitnya-intelektual-betawi-di-hari-kebangkitan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/du66xc8mf/images/f_webp,q_auto:low/v1747743774/Betawis-Profesor-Club-FILEminimizer/Betawis-Profesor-Club-FILEminimizer.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Lembaga Kebudayaan Betawi dan Forum Jurnalis Betawi Bikin Program Podcast Serial: Betawi-verse Jadi Perbincangan</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/lembaga-kebudayaan-betawi-dan-forum-jurnalis-betawi-bikin-program-podcast-serial-betawi-verse-jadi-perbincangan/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/lembaga-kebudayaan-betawi-dan-forum-jurnalis-betawi-bikin-program-podcast-serial-betawi-verse-jadi-perbincangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2025 00:53:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[LKB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=516</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA – Forum Jurnalis Betawi (FJB) dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) membuat <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/lembaga-kebudayaan-betawi-dan-forum-jurnalis-betawi-bikin-program-podcast-serial-betawi-verse-jadi-perbincangan/" title="Lembaga Kebudayaan Betawi dan Forum Jurnalis Betawi Bikin Program Podcast Serial: Betawi-verse Jadi Perbincangan" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://gerbangbetawi.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> – Forum Jurnalis Betawi (FJB) dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) membuat siniar alias podcast bersama. Kolaborasi kekinian ini bertajuk Podcast Betawi: Serial.</p>
<p>Episode perdana Podcast Betawi: Serial mengundang narasumber Dr Siti Elda Hiererra, SKom, MMSI, CDMS, CME. Biasa disapa Elda, adalah dosen di Binus University dan Direktur Program ISACA Indonesia.</p>
<p>Menariknya, Elda adalah anak Betawi asal Rawa Belong, Jakarta Barat, yang pakar di bidang metaverse.</p>
<p>Di episode perdana ini, Mpok Elda menjelaskan apa itu metaverse dan bagaimana implementasinya dapat diterapkan dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni-budaya masyarakat Betawi. Termasuk ceritanya mengembangkan metaverse untuk Candi Borobudur di Magelang, sebagai salah satu destinasi wisata superprioritas di Indonesia.</p>
<p>“Dengan memanfaatkan teknologi metaverse, aye punya harapan untuk membuat Betawi-verse sehingga konten dan literasi Betawi dapat lebih dinikmati oleh banyak kalangan terutama generasi muda, Gen Z, yang punya gaya hidup digital,” jelasnya bersemangat.</p>
<p>Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi Beky Mardani menyambut setiap kolaborasi yang disampaikan pada LKB demi literasi Betawi. Sebab kegiatan pelestarian dan pengembangan seni-budaya Betawi tidak dapat dilakukan sendirian, tapi memerlukan kerja sama dengan segala pihak yang peduli dan cinta terhadap Betawi.</p>
<p>“Jadi LKB siap berkolaborasi dengan pihak mana pun, termasuk bersama Forum Jurnalis Betawi (FJB) untuk meninggikan konten dan literasi Betawi. Salam kolaborasi!” kata Bang Beky.</p>
<p>M Syakur Usman, Ketua FJB, menambahkan program podcast, hasil kolaborasi FJB dengan LKB sebagai lembaga paling depan untuk upaya pelestarian dan pengembangan seni-budaya Betawi di Jakarta.</p>
<p>“Menyambut perayaan 5 Abad kota Jakarta pada 2027, FJB dan LKB memandang perlu memperbanyak konten-konten tentang Betawi di dunia maya, supaya literasi tentang Betawi semakin tinggi bagi penikmat media sosial zaman sekarang, supaya lebih mengenal dan cinta terhadap Betawi sebagai masyarakat inti kota Jakarta,” ujar Bang Syakur Usman.</p>
<h3>Live di TikTok LKB</h3>
<p>Episode perdana Podcast Betawi: Serial ini dipandu oleh Mpok Amira Kareem, mantan None Jakarta dan pengurus LKB. Alhasil, podcast berjalan lancar, mengalir, dan jenaka saat disiarkan secara langsung (live) di akun TikTok @lkbtiktok123.</p>
<p>Bang Syakur Usman menjelaskan, secara umum FJB dan LKB mempunyai beberapa tujuan dengan menggagas Podcast Betawi: Serial pada tahun ini: upaya pelestarian budaya Betawi dengan mendiskusikannya dari berbagai perspektif keilmuan.</p>
<p>Kedua, meningkatkan kesadaran publik/warga tentang Betawi dengan segala aspek dan sistem nilainya, sekaligus sebagai sarana edukasi yang informatif serta menghibur. Ketiga, membangun kebanggaan terhadap identitas dan warisan budaya Betawi melalui cerita dan diskusi inspiratif.</p>
<p>“Yang juga penfing, podcast ini menjadi platform hub bagi komunitas-komunitas Betawi untuk berbagi ide, pengalaman, dan inovasi untuk masyarakat Betawi, selain memperluas jangkauan konten Betawi dengan memanfaatkan platform digital sehingga dapat menjadi rereferensi termasuk diaspora-diaspra Betawi di seluruh dunia,” pungkas Bang Syakur.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/lembaga-kebudayaan-betawi-dan-forum-jurnalis-betawi-bikin-program-podcast-serial-betawi-verse-jadi-perbincangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/www.kebudayaanbetawi.com/wp-content/uploads/2025/04/WhatsApp-Image-2025-04-24-at-06.17.12-660x330.jpeg.webp?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Mulai Langka, Yuk Bikin Kue Sengkulun Khas Betawi buat Lebaran</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/mulai-langka-yuk-bikin-kue-sengkulun-khas-betawi-buat-lebaran/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/mulai-langka-yuk-bikin-kue-sengkulun-khas-betawi-buat-lebaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 08:59:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Kue Sengkulun]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Betawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=483</guid>

					<description><![CDATA[GERBANG BETAWI &#8211; Sengkulun adalah kue mirip kue keranjang dengan permukaan berbintil <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/mulai-langka-yuk-bikin-kue-sengkulun-khas-betawi-buat-lebaran/" title="Mulai Langka, Yuk Bikin Kue Sengkulun Khas Betawi buat Lebaran" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://gerbangbetawi.com/"><strong>GERBANG BETAWI</strong></a> &#8211; Sengkulun adalah kue mirip kue keranjang dengan permukaan berbintil kasar, tekstur lunak, kenyal, dan lembut. Kue ini dibuat dengan bahan baku utama tepung ketan.</p>
<p>Penggunaan gula merah membuatnya berwarna coklat, walaupun ada juga variasi pewarna lain di berbagai daerah. Santan kental menambahkan rasa gurih.</p>
<p>Kue ini dibuat dengan cara dikukus dalam waktu sekitar 2 jam, dan dimakan dengan kelapa parut.</p>
<p>Bagi masyarakat Betawi, kue ini dianggap sakral. Mereka akan selalu menyajikan saat mengadakan berbagai acara kebudayaan atau acara penting lainnya.</p>
<p>Sayangnya kue Sengkulun semakin langka dan hanya bisa ditemui saat acara-acara tertentu saja.</p>
<p>Sengkulun tidak hanya dikenal karena rasanya yang khas, tetapi juga karena kehadirannya dalam perayaan-perayaan khusus.</p>
<p>Kue ini sering ditemukan pada perayaan Hari Raya Idulfitri dan Iduladha, di mana ia menjadi bagian dari hidangan yang disajikan untuk merayakan bersama sanak keluarga setelah salat id.</p>
<p>Selain itu, Sengkulun juga sering digunakan sebagai makanan ringan dalam berbagai acara. Orang Betawi amat suka menyantap kue ini saat dikombinasikan dengan secangkir teh atau kopi pahit.</p>
<h3>Resep Kue Sengkulun Khas Betawi</h3>
<h4>Bahan:</h4>
<ul>
<li>200 gr tepung beras ketan</li>
<li>100 gr kelapa parut sedang (jangan pilih kelapa yang terlalu tua)</li>
<li>8 sdm gula pasir</li>
<li>1/2 sdt garam</li>
<li>1/2 sdt vanili bubuk pewarna merah secukupnya</li>
</ul>
<h4>Cara Membuat:</h4>
<ol>
<li>Masukkan tepung beras ketan, kelapa, gula pasir, garam dan vanili ke dalam wadah. Campur merata.</li>
<li>Ambil sebagian adonan, tambahkan pewarna merah secukupnya, aduk hingga pewarna merata dan tidak ada yang menggumpal.</li>
<li>Panaskan kukusan hingga mendidih.</li>
<li>Siapkan loyang atau cetakan, oles minyak dan lapisi dengan daun pisang di bagian dasarnya. Masukkan adonan putih, ratakan sambil ditekan-tekan. Masukkan adonan merah, ratakan sambil sesekali ditekan.</li>
<li>Kukus selama 25-30 menit.</li>
<li>Angkat dan biarkan dingin, lepaskan dari loyang.</li>
<li>Kue sengkulun siap dinikmati.</li>
</ol>
<p>Mudah sekali bukan membuat kue sengkulun?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/mulai-langka-yuk-bikin-kue-sengkulun-khas-betawi-buat-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/cdn0-production-images-kly.akamaized.net/KTbDb_2OigfE0fo1czyTV2ETwBQ=/1x66:1000x629/1280x720/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3418500/original/062538700_1617414957-shutterstock_1080705338.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Resep Kue Gambang Khas Betawi yang Mulai Langka, Cocok Buat Lebaran</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/resep-kue-gambang-khas-betawi-yang-mulai-langka-cocok-buat-lebaran/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/resep-kue-gambang-khas-betawi-yang-mulai-langka-cocok-buat-lebaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 08:45:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kue Gambang]]></category>
		<category><![CDATA[Kue Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Betawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=480</guid>

					<description><![CDATA[GERBANG BETAWI &#8211; Meskipun termasuk makanan khas Betawi, kue ini jarang ditemui <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/resep-kue-gambang-khas-betawi-yang-mulai-langka-cocok-buat-lebaran/" title="Resep Kue Gambang Khas Betawi yang Mulai Langka, Cocok Buat Lebaran" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://gerbangbetawi.com/"><strong>GERBANG BETAWI</strong></a> &#8211; Meskipun termasuk makanan khas Betawi, kue ini jarang ditemui dan harus blusukan ke pasar tradisional, seperti Pasar Johar. Namun pasca kebakaran di Pasar Johar pada Mei 2015  yang lalu, kue berbentuk roti kecil ini semakin jarang ditemui.</p>
<p>Kue gambang atau sering disebut ganjel rel kurang dikenal dibandingkan jenis lainnya karena teksturnya tidak lembut sehingga agak alot (bantat) dan sulit dikonsumsi.</p>
<p>Namun, beberapa produsen kini telah memodifikasi teksturnya agar dapat dinikmati pada zaman modern kini.</p>
<p>Meski begitu, Tekstur gambang yang agak alot ini menurut para ahli roti sangat baik bagi pencernaan.</p>
<p>Kue gabang atau banyak yang menyebut roti gambang berbentuk kotak dan berwarna cokelat bertabur wijen, roti ini bercita rasa kayu manis.</p>
<p>Teksturnya ulet dan padat dipadu dengan aroma cokelat serta kayu manis yang nendang di lidah. Karena teksturnya yang ulet, memakannya dua potong saja sudah cukup mengenyangkan perut.</p>
<p>Kue ini disebut merupakan salah satu peninggalan Belanda. Sampai sekarang resep yang digunakan tidak pernah berubah, masih asli dari zaman Belanda dahulu.</p>
<p>Disebut roti gambang karena bentuknya yang mirip dengan alat musik gambang yang sangat populer di masyarakat Betawi, tetapi masyarakat Semarang lebih mengenalnya dengan nama “ganjel rel”. Disebut ganjel rel karena selain teksturnya yang bantat bentuknya juga seperti ganjel rel (bantalan rel).</p>
<p>Berikut bahan-bahan dan cara membuat kue gambang khas Betawi</p>
<h3>Bahan-bahan</h3>
<p>180 g gula merah (gula aren lebih mantab)<br />
75 ml air<br />
50 gr gula pasir (kalau mau tidak tll manis kurang jadi 25 gr)<br />
300 gr terigu<br />
125 gr tepung roti<br />
1 sdt soda kue<br />
1 sdt baking powder<br />
1 sdt kayu manis (tambah jika suka aroma kuat)<br />
1/2 sdt garam halus (sejumput aja, hanya untuk penyeimbang rasa)<br />
1 butir telur<br />
50 gr margarine leleh<br />
1/2 sdm molases (bisa skip)<br />
Air untuk olesan<br />
Toping<br />
Wijen, Keju,Aneka seed</p>
<p>Cara Membuat</p>
<div class="flex">
<h2 class="flex items-center flex-grow text-cookpad-24 text-cookpad-gray-700 font-semibold">Cara Membuat</h2>
</div>
<ol class="list-none ">
<li id="step_45831814" class="step mb-rg flex flex-row " data-collapse-recipe-target="step">
<div class="w-full grid gap-sm">
<div dir="auto">
<p class="mb-sm overflow-wrap-anywhere">Rebus gula merah,gula putih dan air lalu saring dan dinginkan</p>
</div>
</div>
</li>
<li id="step_45831815" class="step mb-rg flex flex-row " data-collapse-recipe-target="step">
<div class="w-full grid gap-sm print:grid-flow-col">
<div dir="auto">
<p class="mb-sm overflow-wrap-anywhere">Campur bahan kering terigu,tepung roti,soda kue,baking powder, kayu manis</p>
</div>
</div>
</li>
<li id="step_45831816" class="step mb-rg flex flex-row " data-collapse-recipe-target="step">
<div class="w-full grid gap-sm">
<div dir="auto">
<p class="mb-sm overflow-wrap-anywhere">Campur bahan cair telur,margarin leleh yg sudah dingin. Aku tambah molases agar lbh gelap sikuenya</p>
</div>
</div>
</li>
<li id="step_45831817" class="step mb-rg flex flex-row " data-collapse-recipe-target="step">
<div class="w-full grid gap-sm">
<div dir="auto">
<p class="mb-sm overflow-wrap-anywhere">Buat lubang ditengah bahan kering..tuang bahan cair, uleni asal rata aja ya.. jangan terlalu lama, agar gluten tidak terbentuk terlalu banyak.<br />
Setelah rata, rest minimal 20 menit. max 30 mnit.</p>
</div>
</div>
</li>
<li id="step_45831818" class="step mb-rg flex flex-row " data-collapse-recipe-target="step">
<div class="w-full grid gap-sm">
<div dir="auto">
<p class="mb-sm overflow-wrap-anywhere">Timbang adonan 30-40gr</p>
</div>
</div>
</li>
<li id="step_45831819" class="step mb-rg flex flex-row " data-collapse-recipe-target="step">
<div class="w-full grid gap-sm">
<div dir="auto">
<p class="mb-sm overflow-wrap-anywhere">Panaskan oven 17 derajat</p>
</div>
</div>
</li>
<li id="step_45831894" class="step mb-rg flex flex-row " data-collapse-recipe-target="step">
<div class="w-full grid gap-sm print:grid-flow-col">
<div dir="auto">
<p class="mb-sm overflow-wrap-anywhere">Setelah mencapai suhu 170° masukan oven, Panggang hingga matang. Biasanya 25 menit sudah matang.<br />
Biasanya pecah atasnya.. tanda sudah matang.</p>
</div>
<div class="w-full grid gap-sm">
<div dir="auto"></div>
</div>
</div>
</li>
</ol>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/resep-kue-gambang-khas-betawi-yang-mulai-langka-cocok-buat-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/www.tokomesin.com/wp-content/uploads/2017/10/Cara-membuat-roti-gambang-maksindo.jpg?fit=800%2C509&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Jurnalis Mantapkan Ide dan Gagasan Menuju 5 Abad Kota Jakarta</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/jurnalis-mantapkan-ide-dan-gagasan-menuju-5-abad-kota-jakarta/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/jurnalis-mantapkan-ide-dan-gagasan-menuju-5-abad-kota-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2025 03:06:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[FJB]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Jurnalis Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=452</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Forum Jurnalis Betawi (FJB) menggelar kegiatan diskusi sekaligus buka puasa <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/jurnalis-mantapkan-ide-dan-gagasan-menuju-5-abad-kota-jakarta/" title="Jurnalis Mantapkan Ide dan Gagasan Menuju 5 Abad Kota Jakarta" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://gerbangbetawi.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Forum Jurnalis Betawi (FJB) menggelar kegiatan diskusi sekaligus buka puasa bersama dengan mengusung tema &#8220;Kontribusi Jurnalis Betawi Menyongsong Lima Abad kota Jakarta&#8221; acara ini berlangsung di Saung Kembangan, Jakarta Barat, pada Ahad sore (23/3/2025).</p>
<p>Dengan menampilkan tiga orang narasumber yang cukup senior di dunia jurnalistik yakni H Beky Mardani yang juga sebagai Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), kemudian H Yusron Sjarief, Jurnalis TV (news anchor) senior dan Ahmad Buchori atau biasa disapa Bang Boy, yang merupakan jurnalis senior Antara.</p>
<p>Ketua Forum Jurnalis Betawi (FJB) M Syakur Usman mengawali dengan pembukaan, dirinya menekankan pentingnya Jurnalis Betawi berkontribusi dan berperan aktif dengan usulan-usulan kegiatan untuk menyongsong 5 Abad Kota Jakarta yang akan dirayakan pada 22 Juni 2027 nanti.</p>
<p>FJB sendiri sudah melakukan inisiatif dengan mengembangkan laman berita online: Kabarbetawi.id. Laman ini akan banyak menyajikan konten-konten masyarakat Betawi sebagai masyarakat inti kota Jakarta.</p>
<p>Pada acara bukber ini. FJB juga menyampaikan beberapa program yang akan digelar untuk menyongsong 5 Abad Kota Jakarta, antara lain roadshow jurnalistik ke kampus-kampus, penerbitan buku 500 Cerita Tanah Betawi, workshop platform digital bersama kreator-kreator konten kebetawian, dan sebagainya.</p>
<p>Tepat pukul 16.30 acara diskusi dimulai yang dipandu oleh Bang Faisal dari RRI.</p>
<p>Banyak bermunculan ide dan gagasan baru agar jurnalis Betawi punya peran besar menuju lima abad kota Jakarta.</p>
<p>Beky Mardani misalnya, dirinya berharap agar jurnalis Betawi punya karya dalam bentuk buku yang bisa mengabadikan jasa para tokoh Betawi dari masa ke masa.</p>
<p>Selain itu, dia juga ingin ada karya lain yang selama ini menjadi memory kolektif orang tua agar dituangkan dalam tulisan. Seperti bagaimana kisah kampung di Betawi dahulu sebelum pembangunan sangat massif mewarnai Jakarta.</p>
<p>“Anak sekarang mana ngerasain bisa ngelihat Monas dari atas pohon kecapi. Nah, itu yang kita rasain dulu. Mari kita tulis, kita mulai dari kampung kita. Saya akan mulai dari kampung saya, Meruya,” ujar Beky yang juga Ketua PMI Jakarta Barat.</p>
<p>Yusron Sjarief menambahkan, banyak tradisi berkembang di Jakarta dan itu sangat terasa hingga kini bagi mereka yang masih tinggal di pemukiman non perumahan.</p>
<p>“Saya kalau jadi juri Abnon (Abang-None) Jakarta peserta selalu saya tanya tinggal di perkampungan atau di kompleks perumahan. Mereka yang tinggal di kompleks perumahan biasanya tidak tahu ada tradisi apa yang masih ada di Betawi,” katanya.</p>
<p>Sedangkan Ahmad Buchori menyoroti peran Jurnalis Betawi di banyak media masa umum, bukan media khusus Betawi. Karena itu, dia menyambut positif hadirnya website kabarbetawi.id milik FJB dan berharap bisa menyuarakan aspirasi warga Betawi.</p>
<p>“Kayak kejadian di Bekasi ada permintaan THR (kepada perusahaan) mengatasnamakan Betawi. Itu perlu kita luruskan, agar stigma Betawi di masyarakat tidak menjadi negatif,” ucapnya.</p>
<p>Diskusi semakin menarik menjelang Magrib.</p>
<p>Beberapa tamu undangan juga tampak hadir antara lain, Kasudin Kesbangpol Jakarta Barat, Mohammad Matsani, Ketua LBIQ dan Sekjen Permata MHT, H Supli Ali, serta adik-adik KMB PTIQ, juga hadir Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra dan Imbong Hasbullah dari LKB, serta Achmad Rizal (Sanggar Cingkrik S3 Rawa Belong).</p>
<p>Diakhir acara ada bagi-bagi buku, Bang Ipul: Simpul Betawi dari Gubernur ke Gubernur. Ada juga door prize tiket Ancol, dufan, dan Sea World, serta produk lainnya.</p>
<p>Kegiatan ini didukung oleh Gerakan Kebangkitan Betawi (Gerbang Betawi), Lembaga Bahasa dan Ilmu Al-Qur’an (LBIQ) DKI Jakarta, Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Paljaya, Permata MHT, Madrasah Aliyah Citra Cendekia, minuman isotonik dan yogurt Yoyic, Saung Kembangan, Taman Impian Ancol, dan Bir pletok Bang Isra. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/jurnalis-mantapkan-ide-dan-gagasan-menuju-5-abad-kota-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/du66xc8mf/images/f_webp,q_auto:low/v1742871812/WhatsApp-Image-2025-03-25-at-07.52.45_80cdda57-FILEminimizer/WhatsApp-Image-2025-03-25-at-07.52.45_80cdda57-FILEminimizer.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Rumah Zakat Kirim Relawan untuk Evakuasi Warga Terdampak Banjir Jabodetabek</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/rumah-zakat-kirim-relawan-untuk-evakuasi-warga-terdampak-banjir-jabodetabek/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/rumah-zakat-kirim-relawan-untuk-evakuasi-warga-terdampak-banjir-jabodetabek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2025 07:25:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Zakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=397</guid>

					<description><![CDATA[Hingga Rabu (5/3/2025), Rumah Zakat telah mengerahkan sebanyak 23 relawan untuk membantu <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/rumah-zakat-kirim-relawan-untuk-evakuasi-warga-terdampak-banjir-jabodetabek/" title="Rumah Zakat Kirim Relawan untuk Evakuasi Warga Terdampak Banjir Jabodetabek" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hingga Rabu (5/3/2025), Rumah Zakat telah mengerahkan sebanyak 23 relawan untuk membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir di wilayah Jabodetabek. Selain melakukan evakuasi, para relawan juga mendistribusikan makanan siap saji, hygiene kit, Superqurban, pos segar, serta melakukan aksi bersih-bersih. Guna memperlancar proses evakuasi, Rumah Zakat juga menurunkan perahu karet dan ambulans.</p>
<p>“Dalam menjalankan aksi kemanusiaan ini, para relawan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait serta melakukan kaji cepat untuk memetakan kebutuhan darurat di lapangan,” ujar Izzatul Yazid, Kepala Divisi Kemanusiaan Rumah Zakat.</p>
<p>Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bekasi, Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Depok ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama, serta ditambah dengan adanya kiriman air dari wilayah hulu.</p>
<p>Saat ini, para penyintas bencana banjir di Jabodetabek masih sangat membutuhkan bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, perahu karet, selimut, alas tidur, hygiene kit, obat-obatan, dan pakaian.</p>
<p>“Rumah Zakat akan mendirikan Pos Layanan Rumah Zakat di Bekasi untuk membantu para penyintas banjir dengan menyediakan berbagai kebutuhan logistik,” tambah Yazid. Ia juga menjelaskan bahwa para relawan terus berkoordinasi dengan BPBD dan pihak terkait lainnya guna memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat terdampak di Jabodetabek.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/rumah-zakat-kirim-relawan-untuk-evakuasi-warga-terdampak-banjir-jabodetabek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/03/Rumah-Zakat-2.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Lenong Bocah Reborn 2025 Tampil di Teater Besar TIM</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/lenong-bocah-reborn-2025-tampil-di-teater-besar-tim/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/lenong-bocah-reborn-2025-tampil-di-teater-besar-tim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2025 04:06:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=352</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Dinas Kebudayaan DKI Jakarta berkolaborasi dengan Yuma Production, menggelar pertunjukan <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/lenong-bocah-reborn-2025-tampil-di-teater-besar-tim/" title="Lenong Bocah Reborn 2025 Tampil di Teater Besar TIM" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://gerbangbetawi.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Dinas Kebudayaan DKI Jakarta berkolaborasi dengan Yuma Production, menggelar pertunjukan Lenong Bocah Reborn 2025 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/2) malam.</p>
<p>Gelaran Lenong Betawi Modern dengan judul Reuni dan Pengantin Sunat ini menghadirkan sejumlah nama beken seperti Ruben Onsu, Chika Waode, Mellisa Grace, Noval Kurnia dan Zeezee Shahab.</p>
<p>Produser Lenong Bocah Reborn, Shannelom Yuma menjelaskan, lenong Bocah awalnya merupakan program di salah satu stasiun TV swasta yang memadukan unsur budaya dan hiburan dengan menghadirkan pemain usia anak. Program yang menyajikan komedi khas Lenong Betawi ini tayang pada 1993 hingga 2000.</p>
<p>&#8220;Kelanjutannya, Lenong Bocah seolah hilang. Padaha ini. merupakan salah satu medium budaya nasional yang bisa menangkal arus negatif globalisasi bagi generasi muda,&#8221; katanya.</p>
<p>Karena itu, Yuma mengaku berusaha sekuat tenaga untuk Kembali menghadirkan Lenong Bocah dalam format baru. Tampil khas dengan pemain anak, Lenong Bocah Reborn 2025 juga dipadukan dengan para artis Lenong Bocah versi awal.</p>
<p>Penampilan Lenong Bocah Reborn 2025 yang dibesut sutradara Aditya Gumay ini, makin lengkap dengan kehadiran mantan pemain seperti Erwin Efendi, Oki Lukman dan Vita Djaja.</p>
<p>&#8220;Harapan saya, Lenong Bocah ini bisa terus mengisi panggung hiburan dan layar televisi kembali,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Plt Kepala Dinas Kebudayaan DKI, Mochamad Miftahulloh Tamary mengapresiasi penggagas dan para pemain yang berpartisipasi dalam Lenong Bocah Reborn 2025.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan ini kembali mengingatkan memori publik dengan kehadiran Lenong Bocah yang sempat menghiasi layar televisi.</p>
<p>Ditegaskannya, Lenong Bocah bukan sekadar hiburan, tapi sarat pesan tenyang nilai kehidupan dan budaya Betawi.</p>
<p>&#8220;Upaya menjaga kelestarian budaya Betawi, salah satunya Lenong Bocah. Ini selaras dengan program menyambut lima abad Jakarta,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dilanjutkan Miftahulloh, Jakarta yang tengah bertransformasi menuju top 20 kota global dunia, harus menjaga kelestarian kebudayaan sebagai salah satu aspek.</p>
<p>&#8220;Mari kita tunjukan kepada dunia, Jakarta adalah kota yang kaya seni dan budaya. Kota yang berani maju tanpa melupakan akar budaya,&#8221; tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/lenong-bocah-reborn-2025-tampil-di-teater-besar-tim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/multimedia.beritajakarta.id/photo/2014_508c75c8507a2ae5223dfd2faeb98122/43c0fe79b3ca39b05aa8ef5dcf4241cd.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Video: Riwayat Pendidikan Guru Besar Tetap UI Prof. Zulkifli Djunaidi</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/video-riwayat-pendidikan-guru-besar-tetap-ui-prof-zulkifli-djunaidi/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/video-riwayat-pendidikan-guru-besar-tetap-ui-prof-zulkifli-djunaidi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Nov 2024 10:21:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Zulkifli Djunaidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=301</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="gmr-embed-responsive gmr-embed-responsive-16by9 gmr-video-responsive"><iframe title="Riwayat Pendidikan Guru Besar Tetap UI Prof. Zulkifli Djunaidi" width="1140" height="641" src="https://www.youtube.com/embed/VjWwS2eE4lA?start=8&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/video-riwayat-pendidikan-guru-besar-tetap-ui-prof-zulkifli-djunaidi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://wp.fifu.app/gerbangbetawi.com/aHR0cHM6Ly9pLnl0aW1nLmNvbS92aS9Wald3UzJlRTRsQS9ocWRlZmF1bHQuanBn/f4e367b10991/video-riwayat-pendidikan-guru-besar-tetap-ui-prof-zulkifli-djunaidi.webp?p=301" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Ketua Dewan Pakar Gerbang Betawi Zulkifli Djunaidi Dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap UI</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/ketua-dewan-pakar-gerbang-betawi-zulkifli-djunaidi-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-tetap-ui/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/ketua-dewan-pakar-gerbang-betawi-zulkifli-djunaidi-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-tetap-ui/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Nov 2024 09:38:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gerbang Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Zulkifli Djunaidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=298</guid>

					<description><![CDATA[GERBANG BETAWI &#8211; Ketua Dewan Pakar Gerakan Kebangkitan Betawi (Gerbang Betawi), Prof. <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/ketua-dewan-pakar-gerbang-betawi-zulkifli-djunaidi-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-tetap-ui/" title="Ketua Dewan Pakar Gerbang Betawi Zulkifli Djunaidi Dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap UI" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://gerbangbetawi.com/"><strong>GERBANG BETAWI</strong></a> &#8211; Ketua Dewan Pakar Gerakan Kebangkitan Betawi (Gerbang Betawi), Prof. Dr. dr. H. Zulkifli Djunaidi, M.AppSc. dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Rabu (20/11/2024).</p>
<p>Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul &#8220;Manajemen Risiko K3 untuk Mengantisipasi Future Risk karena Perkembangan Teknologi dan Gap Generation&#8221; pakar K3 ini menyarakan bahwa motivasi utama dalam melaksanakan keselamatan dan kesejatan kerja (K3) adalah mencegah kecelekaan kerja dan penyakit yang ditimbulkan oleh pekerjaan. K3 menurutnya erat kaitannya dengan bahaya dan risiko.</p>
<p>Bahaya, lanjutnya, merupakan sesuatu yang berpotensi untuk terjadinya insiden yang berakibat pada kerugian, sedangkan risiko merupakan kombinasi dari peluang dan konsekuensi suatu kejadian yang berbahaya dan dapat menimbulkan dampak yang merugikan.</p>
<p>“Tempat kerja yang aman dan sehat menjadi penting karena mendukung setiap pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaan mereka secara efektif dan efisien,” tegas Ketua Dewan Pakar Gerbang Betawi ini.</p>
<p>Sebaliknya, lanjut Zulkifli, jika tempat kerja tidak terlindungi dan banyak terdapat bahaya dan risiko K3, kerusakan dan absen karena sakit menjadi tak terhindarkan yang pada gilirannya dapat mengakibatkan hilangnya pendapatan bagi pekerja dan produktivitasnya menjadi berkurang bagi perusahaan.</p>
<p>“Manajemen risiko K3 menjadi salah satu pengawal proses operasi dalam mewujudkan tempat kerja yang aman dan sehat,” tegas Prof. Zulkifli yang juga aktif sebagai Konsultan Senior Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini.</p>
<p>Mengutip data dari laporan ILO yang berjudul Safety and Health at the Heart of the Future of Work, Prof Zulkifli menyoroti risiko keselamatan dan kesehatan yang dapat muncul akibat perubahan pada beberapa aspek seperti teknologi, demografi, perubahan iklim dan perubahan dalam organisasi kerja.</p>
<p>Dalam pidatonya Prof Zulkifli juga menguraikan bagaimana peran manajemen risiko K3 dan bagaimana posisinya dalam keilmuan K3. Menurut mantan aktivis Keluarga Mahasiswa Betawi (KMB) ini keilmuan K3 merupakan ilmu terapan.</p>
<p>Keilmuan K3 mempunyai tujuan untuk menciptakan sistem kerja yang aman atau safe work system.</p>
<p>Karena itu, menurut anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Alm. H. Djunaidi Amin dan Hj Nani Djunaidi ini, metode yang dikembangkan adalah manajemen risiko yang berbasis pada problem solving method dengan tahapan-tahapan mulai dari identifikasi, analisis dan pengendalian.</p>
<p>Sebagai sebuah ilmu, lajut Zulkifli, tentu saja manajamen risiko K3 ini juga terus mengalami perkembangan. “Inilah yang terkait dengan furture risk sebagai akibat dari perkembangan teknologi dan adanya gap generation serta perubahan-perubahan dari segi sosial dan ekonomi saat ini,” ujar suami dra Hj Siti Zulaiha ini.</p>
<p>Ia menambahkan yang dipelajari dalam manajemen risiko K3 juga mengalami perkembangan yang menyebabkan terjadi perkembangan pula dalam metode dan pendekatan dalam manajemen risiko K3.</p>
<p>“Pendekatan dalam identifikasi proses-proses pekerjaan tidak lagi secara konvensional tetapi dilakukan secara futuris dengan adanya penggunaan Artifical Intelligence (AI) yang semakin marak dan penggunaan teknologi yang semakin canggih yang akibatnya mempengaruhi pola kerja,” tegasnya.</p>
<p>Pola kerja sekarang tidak hanya terkait dengan dimensi ruang dan waktu, tetapi sudah menembus dimensi ruang dan waktu. Demikian pula yang terkait dengan strata manajemen di tempat kerja, katanya lagi, kini bukan lagi berupa struktur organisasi yang bersifat konvensional dengan adanya pembagian tugas sebagai direktur, manajer, supervisor atau operator, tetapi saat ini semua pekerjaan tersebut melebur yang dilakukan oleh satu orang.</p>
<p>“Seseorang yang menggunakan teknologi saat ini bisa menjadi direktur, menjadi manajer, supervisor bahkan sebagai operator sekaligus,” tegas ayah 2 orang anak ini.</p>
<p>Selain itu, urai Prof Zulkifli, perkembangan teknologi juga menyebabkan terjadinya gap generation antara generasi yang biasa disebut dengan generasi kolonial, dengan generasi milenial.</p>
<p>Gap generation ini, menurut Prof Zulkifli, akan menghasilkan resiko sosial yang juga harus diantisipasi dalam manajemen risiko K3. Karena itu, menurutnya untuk mengantisipasi perkembangan tersebut setiap identifikasi terhadap future risk harus dilakukan secara bijak, bukan hanya terkait dengan pekerjaan tetapi juga berkait dengan fitrah kemanusiaan.</p>
<p>“Manusia harus dijadikan sentral, karena sekarang ini ada kecenderungan manusia sering disamakan dengan teknologi itu sendiri alias sebagai robot,” tegasnya.</p>
<p>Profesor Zulkifli Djunaidi yang lahir di Jakarta pada 27 November 1959 merupakan Guru Besar Tetap ke 36 yang dikukuhkan Universitas Indonesia sepanjang tahun 2024 ini. Saat ini Universitas Indonesia memiliki 337 Guru Besar Tetap dan 126 Guru Besar Tidak Tetap sehingga seluruh Guru Besar yang dimiliki UI saat ini berjumlah 463 orang.</p>
<p>Di lingkungan Gerbang Betawi, Prof Zulkifli Djunaidi merupakan Guru Besar kesepuluh yang kini dimiliki Gerbang Betawi. Siapa menyusul?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/ketua-dewan-pakar-gerbang-betawi-zulkifli-djunaidi-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-tetap-ui/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/res.cloudinary.com/dpqg36bu1/images/v1732095276/IMG-20241120-WA00532/IMG-20241120-WA00532.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
