<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita &#8211; Gerbang Betawi</title>
	<atom:link href="https://gerbangbetawi.com/kategori/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gerbangbetawi.com</link>
	<description>Gerakan Kebangkitan Betawi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Aug 2026 03:47:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/du66xc8mf/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1725435610/cropped-gerbang-betawi-4-1/cropped-gerbang-betawi-4-1.webp?_i=AA</url>
	<title>Berita &#8211; Gerbang Betawi</title>
	<link>https://gerbangbetawi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cerita Betawi Jangan Sampai Hilang, Dari Folklor ke Fiksi Jadi Cara Gen Z Mengenal Warisan Budaya</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/cerita-betawi-jangan-sampai-hilang-dari-folklor-ke-fiksi-jadi-cara-gen-z-mengenal-warisan-budaya/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/cerita-betawi-jangan-sampai-hilang-dari-folklor-ke-fiksi-jadi-cara-gen-z-mengenal-warisan-budaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2026 03:46:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi Event]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=750</guid>

					<description><![CDATA[Cerita Betawi tak sekadar kisah masa lalu. Di dalamnya tersimpan ingatan, nilai, tradisi, dan cara pandang masyarakat]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://gerbangbetawi.com"><b>JAKARTA</b></a> – Cerita Betawi tak sekadar kisah masa lalu. Di dalamnya tersimpan ingatan, nilai, tradisi, dan cara pandang masyarakat yang dapat terus hidup jika diwariskan dalam bentuk yang dekat dengan generasi baru.</p>
<p>Pesan itulah yang mengemuka dalam pelatihan penulisan kreatif “Dari Folklor ke Fiksi: Menulis Cerita Betawi untuk Generasi Baru”, yang digelar Perkumpulan Betawi Kita bekerja sama dengan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin dan Perpustakaan Jakarta di Balai Sastra Hans Bague Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).</p>
<p>Kegiatan ini mempertemukan penulis, sastrawan, budayawan, akademisi, serta generasi muda untuk menggali kembali kekayaan folklor Betawi dan mengolahnya menjadi cerita pendek yang lebih kontekstual.</p>
<figure id="attachment_2253" aria-describedby="caption-attachment-2253" style="width: 1199px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="lazyloaded wp-post-750 wp-image-2253 size-full" src="https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0022.jpg" sizes="(max-width: 1199px) 100vw, 1199px" srcset="https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0022.jpg 1199w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0022-768x510.jpg 768w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0022-465x309.jpg 465w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0022-695x461.jpg 695w" alt="" width="1199" height="796" data-src="https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0022.jpg" data-srcset="https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0022.jpg 1199w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0022-768x510.jpg 768w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0022-465x309.jpg 465w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0022-695x461.jpg 695w" data-sizes="(max-width: 1199px) 100vw, 1199px" /><figcaption id="caption-attachment-2253" class="wp-caption-text">Fadjriah Nurdiarsih, budayawan Betawi sekaligus ketua pelaksana</figcaption></figure>
<p>Sebanyak 50 peserta, yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, penulis pemula, pegiat literasi, dan masyarakat umum, mengikuti pelatihan sejak pagi hingga sore.</p>
<p>Sejumlah narasumber dihadirkan, yakni Sasti Gotama, sastrawan dan pemenang KSK 2025; Ige Azmin, dosen Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta (UNJ); Fadjriah Nurdiarsih, budayawan Betawi sekaligus ketua pelaksana; serta Yahya Andi Saputra, penyair dan pemerhati sastra lisan Betawi. Diskusi dipandu Nicky Rosadi sebagai moderator.</p>
<p><strong>Folklor Jadi Bahan Bakar Cerita</strong></p>
<p>Bagi Ige Azmin, kekayaan folklor Betawi sebenarnya tersedia begitu dekat dengan kehidupan masyarakat. Cerita, tradisi, benda, kebiasaan, hingga berbagai praktik budaya dapat menjadi bahan bakar bagi penulis untuk menemukan ide.</p>
<p>Penulis, kata dia, tidak harus menguasai seluruh detail budaya Betawi sejak awal. Justru proses menulis dapat menjadi pintu untuk menggali lebih jauh kekayaan budaya tersebut.</p>
<p>“Folklor itu berkaitan dengan segala sesuatu yang ada di dalam kelompok masyarakat. Bisa berupa cerita, tradisi, benda-benda, maupun hal-hal lain yang hidup di masyarakat,” ujar Ige.</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya membuat premis dan kerangka sebelum mulai menulis. Perencanaan tersebut dapat membantu penulis mengatasi writer’s block dan membuat proses kreatif lebih terarah.</p>
<figure id="attachment_2254" class="wp-caption aligncenter" aria-describedby="caption-attachment-2254">
<p><figure id="attachment_2254" aria-describedby="caption-attachment-2254" style="width: 1213px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="lazyloaded wp-post-750 wp-image-2254 size-full" src="https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260813_094318.jpg" sizes="(max-width: 1213px) 100vw, 1213px" srcset="https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260813_094318.jpg 1213w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260813_094318-768x590.jpg 768w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260813_094318-465x357.jpg 465w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260813_094318-651x500.jpg 651w" alt="" width="1213" height="932" data-src="https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260813_094318.jpg" data-srcset="https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260813_094318.jpg 1213w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260813_094318-768x590.jpg 768w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260813_094318-465x357.jpg 465w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260813_094318-651x500.jpg 651w" data-sizes="(max-width: 1213px) 100vw, 1213px" /><figcaption id="caption-attachment-2254" class="wp-caption-text">Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra saat menyampaikan materi sastra lisan</figcaption></figure></figure>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_2254" class="wp-caption alignnone" aria-describedby="caption-attachment-2254">“Kalau kita menjadikan folklor tersebut sebagai sumber inspirasi dan bahan cerita pendek, itu justru bisa membuat kita lebih lancar menulis,” katanya.</figure>
<p><strong>Cerita Lama, Sudut Pandang Baru</strong></p>
<p>Sementara itu, Sasti Gotama melihat cerita rakyat Betawi memiliki banyak kemungkinan untuk dihidupkan kembali melalui sudut pandang baru.<br />
Cerita seperti Si Mirah, Si Pitung, maupun Si Manis Jembatan Ancol tidak harus sekadar ditulis ulang. Penulis dapat mengambil “ruh” cerita, kemudian membawanya ke persoalan masa kini tanpa menghilangkan pesan moralnya.<br />
Menurut Sasti, kedekatan dengan persoalan generasi muda menjadi kunci agar cerita lama kembali menarik.</p>
<p>“Bagaimana menjadikan cerita masa lalu itu tetap relate, bisa mengambil roh dari cerita-cerita yang lalu dengan setting masa kini tanpa kehilangan ruh cerita-cerita rakyat Betawi,” ujarnya.<br />
Ia menilai generasi muda akan lebih mudah tertarik ketika cerita yang dibaca memiliki hubungan dengan kehidupan mereka.</p>
<p>“Biasanya orang tertarik membaca karena merasa relate, merasa terhubung dengan cerita tersebut,” kata Sasti.</p>
<p>Tantangannya, sastra kini harus bersaing dengan media sosial yang menawarkan pengalaman visual dan audio secara cepat.</p>
<p>Karena itu, pengenalan sastra Betawi tidak cukup hanya dengan meminta generasi muda membaca. Mereka perlu diberi ruang untuk mengenal, berdiskusi, menulis, dan mengolah cerita dengan cara yang sesuai dengan zaman mereka.</p>
<p>“Tidak kenal, tidak sayang. Makanya salah satu forum seperti ini adalah mengenalkan kepada mereka. Semakin banyak pemaparan, saya pikir akan membuat mereka tertarik dengan sendirinya,” tuturnya.</p>
<p><strong>Jangan Berhenti di Pelatihan</strong></p>
<p>Ketua Perkumpulan Betawi Kita, Fadjriah Nurdiarsih, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari kegelisahannya perihal masih banyaknya generasi muda yang belum mengenal cerita maupun penulis Betawi.<br />
Karena itu, pelatihan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kembali khazanah tersebut sekaligus merangsang lahirnya penulis-penulis baru.</p>
<p>Fadjriah, yang akrab dipanggil Mpok Iyah, berharap proses tersebut tidak berhenti setelah pelatihan. Karya peserta dapat terus dikembangkan, dibukukan, bahkan menjadi bagian dari ekosistem sastra Betawi yang lebih luas.<br />
Dengan demikian, budaya Betawi tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang kuno atau hanya menjadi artefak masa lalu.</p>
<p>Sebaliknya, cerita lama dapat menemukan kehidupan baru melalui cerpen, teater, film pendek, maupun berbagai bentuk kreativitas yang dekat dengan generasi muda.</p>
<figure id="attachment_2256" aria-describedby="caption-attachment-2256" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="lazyloaded wp-post-750 wp-image-2256 size-full" src="https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0026-scaled.jpg" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" srcset="https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0026-scaled.jpg 2560w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0026-768x455.jpg 768w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0026-1536x909.jpg 1536w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0026-2048x1212.jpg 2048w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0026-465x275.jpg 465w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0026-695x411.jpg 695w" alt="" width="2560" height="1515" data-src="https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0026-scaled.jpg" data-srcset="https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0026-scaled.jpg 2560w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0026-768x455.jpg 768w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0026-1536x909.jpg 1536w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0026-2048x1212.jpg 2048w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0026-465x275.jpg 465w, https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260813-WA0026-695x411.jpg 695w" data-sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-2256" class="wp-caption-text">Sasti Gautama salah satu narasumber menyampaikan materinya</figcaption></figure>
<p>“Sebenarnya banyak pihak yang harus terlibat jika kita mau menciptakan lebih banyak sastrawan Betawi ataupun mengenalkan sastra Betawi. Saat ini, penulis baru hampir tidak ada. Makanya harus ada langkah serius. Bahkan, urusan sastra Indonesia saja diatur oleh setingkat Kementerian,” ujarnya.<br />
Lebih lanjut, ia yang baru saja menyelesaikan tugasnya di Dewan Kesenian Jakarta ini berharap DKI Jakarta segera memiliki kantor bahasa atau balai bahasa. “Dengan demikian, urusan sastra dan bahasa Betawi ini bisa lebih terarah dan dapat terus dilestarikan,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Sastra Lisan, Ingatan yang Harus Dijaga</strong></p>
<p>Pada sesi lainnya, Yahya Andi Saputra mengajak peserta memahami posisi sastra lisan sebagai bagian penting dari warisan budaya.</p>
<p>Sastra lisan lahir, tumbuh, dan diwariskan melalui tuturan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Di dalamnya terdapat cerita, mitos, nasihat, nilai budaya, serta kearifan lokal yang merekam kehidupan masyarakat.</p>
<p>Namun, tradisi lisan menghadapi tantangan ketika ingatan kolektif masyarakat mulai berubah dan generasi muda semakin jauh dari sumber-sumber cerita tersebut.</p>
<p>Karena itu, mengolah folklor menjadi karya fiksi dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga ingatan tersebut tetap hidup.</p>
<p>Pada akhirnya, pelatihan “Dari Folklor ke Fiksi” bukan sekadar mengajarkan teknik menulis cerpen.<br />
Lebih dari itu, kegiatan ini mengajak generasi baru untuk kembali menemukan harta karun budaya yang berada di sekitar mereka—membacanya, memahami nilai yang terkandung di dalamnya, lalu menciptakan cerita baru yang tetap berakar pada identitas Betawi.</p>
<p>Sebab, warisan budaya tidak akan benar-benar hidup jika hanya disimpan sebagai cerita masa lalu. Ia harus terus diceritakan, ditulis, ditafsirkan, dan diberi ruang untuk tumbuh bersama generasi berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/cerita-betawi-jangan-sampai-hilang-dari-folklor-ke-fiksi-jadi-cara-gen-z-mengenal-warisan-budaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260813_094318.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Global Sumud Flotilla Dorong Solidaritas Gaza Berlanjut ke Rekonstruksi</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/global-sumud-flotilla-dorong-solidaritas-gaza-berlanjut-ke-rekonstruksi/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/global-sumud-flotilla-dorong-solidaritas-gaza-berlanjut-ke-rekonstruksi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 00:18:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=741</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Dukungan terhadap Palestina dinilai perlu memasuki tahap baru dengan membangun <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/global-sumud-flotilla-dorong-solidaritas-gaza-berlanjut-ke-rekonstruksi/" title="Global Sumud Flotilla Dorong Solidaritas Gaza Berlanjut ke Rekonstruksi" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Dukungan terhadap Palestina dinilai perlu memasuki tahap baru dengan membangun hubungan langsung antara masyarakat Indonesia dan warga Gaza. Solidaritas tersebut tidak cukup berhenti pada pengiriman bantuan kemanusiaan, tetapi perlu dilanjutkan dengan pendampingan jangka panjang hingga rekonstruksi Gaza.</p>
<p>Gagasan itu mengemuka dalam diskusi strategis bertajuk “What’s Next?” yang membahas keberlanjutan gerakan solidaritas dan kemanusiaan melalui Global Sumud Flotilla. Diskusi digelar di Maqdisi AQL, Tebet, Jakarta, Senin (10/8/2026).</p>
<p>Forum tersebut menghadirkan Dewan Pembina Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) KH Bachtiar Nasir dan salah satu penggagas Sumud Flotilla, Syaikh Dr Marwan Abu Ros. Keduanya bersama peserta forum membahas langkah lanjutan gerakan kemanusiaan untuk Gaza, mulai dari penguatan jejaring masyarakat hingga persiapan rekonstruksi.</p>
<p>Salah satu gagasan yang mengemuka adalah membangun model persaudaraan langsung antara masyarakat Indonesia dan Gaza. Hubungan tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama antarkeluarga, universitas, masjid, maupun lembaga sosial.</p>
<p>Model tersebut dinilai penting agar dukungan terhadap Gaza tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyaluran bantuan logistik. Hubungan langsung antarmasyarakat diharapkan dapat menghadirkan dukungan psikologis bagi warga Gaza sekaligus membangun solidaritas yang lebih berkelanjutan.</p>
<p>Dengan pola tersebut, masyarakat Indonesia tidak hanya hadir ketika terjadi krisis, tetapi dapat terus mendampingi masyarakat Gaza dalam proses pemulihan.</p>
<p>Diskusi juga menyoroti arti strategis keberadaan armada kemanusiaan yang berupaya mencapai Gaza melalui jalur laut.</p>
<p>Global Sumud Flotilla dinilai memiliki dampak yang melampaui jumlah kapal maupun bantuan yang dibawa. Keberadaan armada tersebut dipandang sebagai simbol penolakan terhadap pembatasan akses menuju Gaza sekaligus pesan bahwa perhatian masyarakat internasional terhadap Palestina terus bergerak.</p>
<p>Dalam forum tersebut, armada kemanusiaan itu bahkan digambarkan sebagai “paku yang ditancapkan ke jantung” Israel. Ungkapan tersebut digunakan untuk menggambarkan tekanan psikologis dan politik yang ditimbulkan gerakan tersebut.</p>
<p>Perkembangan Global Sumud Flotilla juga dinilai telah ikut mengubah percakapan publik internasional mengenai Palestina.</p>
<h3>Solidaritas Lintas Agama</h3>
<p>Keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang agama dan kebangsaan turut menjadi perhatian dalam diskusi.</p>
<p>Kehadiran warga negara Barat, termasuk mereka yang bukan Muslim dan bukan berasal dari negara-negara Arab, dinilai penting untuk memperluas perspektif masyarakat internasional mengenai kondisi Gaza.</p>
<p>Solidaritas tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak semata-mata merupakan persoalan agama atau identitas kelompok tertentu, tetapi juga persoalan kemanusiaan.</p>
<p>Keterlibatan tokoh non-Muslim dari Eropa di posisi terdepan gerakan juga dinilai dapat memperkuat karakter kemanusiaan Global Sumud Flotilla sekaligus menghadapi upaya pelabelan negatif terhadap gerakan solidaritas Palestina.</p>
<p>Meski membawa semangat solidaritas yang luas, peserta diskusi menekankan pentingnya menjaga fokus gerakan pada Gaza.</p>
<p>Misi Global Sumud Flotilla dinilai perlu diarahkan secara spesifik pada persoalan kemanusiaan di Gaza dan tidak dicampur dengan berbagai persoalan politik regional yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.</p>
<p>Sejumlah isu regional, termasuk persoalan Kurdi dan Sahara di Maroko, disebut sebagai contoh isu yang sebaiknya tidak dicampuradukkan dengan agenda utama gerakan.</p>
<p>Fokus tersebut dinilai penting untuk mempertahankan integritas Global Sumud Flotilla sebagai gerakan kemanusiaan dan solidaritas untuk Gaza.</p>
<h4>Dari Blokade ke Rekonstruksi</h4>
<p>Perjuangan untuk Gaza, menurut pembahasan forum, tidak berhenti pada upaya menembus blokade. Agenda berikutnya adalah mempersiapkan rekonstruksi Gaza.</p>
<p>Kedua agenda tersebut dinilai perlu berjalan secara paralel, yakni memperjuangkan akses kemanusiaan sekaligus menyiapkan pembangunan kembali wilayah yang mengalami kehancuran akibat perang.</p>
<p>Salah satu perhatian utama adalah kondisi anak-anak yang kehilangan orang tua. Dalam diskusi disebutkan terdapat lebih dari 60 ribu anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan jangka panjang.</p>
<p>Rekonstruksi juga mencakup pembangunan kembali rumah, masjid, dan berbagai fasilitas masyarakat yang rusak. Untuk itu, diperlukan koordinasi kuat di antara lembaga filantropi dan organisasi kemanusiaan.</p>
<p>Dengan demikian, solidaritas terhadap Palestina diarahkan dari respons terhadap krisis menuju program pemulihan masyarakat dalam jangka panjang.</p>
<p>Dukungan Indonesia terhadap Palestina dalam forum tersebut juga ditempatkan dalam konteks konstitusi dan sejarah hubungan kedua bangsa.</p>
<p>Peserta mengaitkan dukungan terhadap Palestina dengan amanat konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan. Dukungan tersebut juga memiliki dimensi historis karena Palestina menjadi salah satu pihak yang memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>Karena itu, dukungan terhadap Palestina dinilai bukan sekadar solidaritas internasional. Dukungan tersebut juga dipandang sebagai bagian dari komitmen Indonesia terhadap prinsip kemerdekaan dan penolakan terhadap penjajahan.</p>
<p>Di sisi lain, forum menyoroti pentingnya evaluasi internal dalam gerakan solidaritas Palestina.</p>
<p>Gerakan yang berkembang secara organik dinilai tetap membutuhkan pembenahan manajemen, evaluasi terhadap kelemahan, serta mekanisme untuk meminimalkan konflik kepentingan dan persoalan internal.</p>
<p>Keterlibatan dalam gerakan tersebut juga membutuhkan komitmen yang kuat. Dalam diskusi disebutkan, mereka yang ingin terlibat secara serius perlu mengalokasikan waktu sedikitnya tiga jam setiap hari.</p>
<p>Komitmen tersebut tidak hanya menyangkut waktu, tetapi juga kesiapan mengesampingkan kepentingan pribadi dan menempatkan tujuan kemanusiaan sebagai prioritas.</p>
<h5>Menjawab “What&#8217;s Next?”</h5>
<p>Pertanyaan “What’s Next?” pada akhirnya diarahkan pada bagaimana mengubah solidaritas menjadi kerja nyata yang berkelanjutan.</p>
<p>Global Sumud Flotilla dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan bagian dari rangkaian perjuangan kemanusiaan untuk Gaza. Setelah upaya membuka akses melalui jalur laut, agenda berikutnya mencakup penguatan hubungan masyarakat Indonesia dengan Gaza, perluasan solidaritas lintas agama dan negara, serta persiapan rekonstruksi.</p>
<p>Bagi Indonesia, agenda tersebut juga ditempatkan dalam konteks hubungan historis dengan Palestina dan amanat konstitusi mengenai penolakan terhadap penjajahan.</p>
<p>Diskusi di Maqdisi AQL itu menegaskan bahwa solidaritas terhadap Gaza perlu bergerak dari simpati menuju keterlibatan nyata, terorganisasi, dan berkelanjutan.</p>
<p>Jika Global Sumud Flotilla menjadi simbol upaya membuka jalan bagi bantuan dan solidaritas, maka rekonstruksi serta hubungan langsung antarmasyarakat menjadi bagian dari agenda jangka panjang untuk memastikan Gaza tidak hanya dibela ketika krisis terjadi, tetapi juga didampingi dalam proses pemulihannya.*</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/global-sumud-flotilla-dorong-solidaritas-gaza-berlanjut-ke-rekonstruksi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/uttpsgry/images/c_scale,w_625,h_351,dpr_2/f_webp,q_auto:low/v1786406931/IMG-20260811-WA0003/IMG-20260811-WA0003.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jaringan Agen BRILink BRI KC Cikarang Semakin Dekat dan Cepat Untuk Layanan Perbankan</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/jaringan-agen-brilink-bri-kc-cikarang-semakin-dekat-dan-cepat-untuk-layanan-perbankan/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/jaringan-agen-brilink-bri-kc-cikarang-semakin-dekat-dan-cepat-untuk-layanan-perbankan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 09:36:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BRI]]></category>
		<category><![CDATA[BRILink]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=678</guid>

					<description><![CDATA[Agen BRILink BRI adalah Solusi Layanan Perbankan Terdekat yang Menguntungkan Pelaku Usaha <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/jaringan-agen-brilink-bri-kc-cikarang-semakin-dekat-dan-cepat-untuk-layanan-perbankan/" title="Jaringan Agen BRILink BRI KC Cikarang Semakin Dekat dan Cepat Untuk Layanan Perbankan" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Agen BRILink BRI adalah Solusi Layanan Perbankan Terdekat yang Menguntungkan Pelaku Usaha dan Masyarakat Kabupaten Bekasi — Keberadaan Agen BRILink semakin dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha maupun masyarakat. Layanan perluasan jaringan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini tidak hanya menghadirkan kemudahan bertransaksi bagi nasabah, tetapi juga menjadi peluang usaha yang menguntungkan bagi para pemilik toko atau pelaku UMKM.</p>
<p>Saat ini BRI KC Cikarang memiliki jaringan kelolaan agen brilink sebanyak 713 agen aktif yang tersebar di berbagai wilayah di kabupaten Bekasi (data per 30 Juni 2026).</p>
<p>Seperti salah satu agen brilink binaan KC BRI Cikarang yaitu Agen Brilink Asnarisa yang berlokasi di pasar Kojengkang, Cikarageman, Setu yang sudah berkembang dan merasakan keuntungan yang didapatkan sangat menjanjikan.</p>
<p>“Setelah menjadi AgenBRILink,,Alhamdulillah saya bisa menambah penghasilan dan meningkatkan perekonomian keluarga.Selain itu juga bisa membantu masyarakat sekitar untuk mempermudah bertransaksi keuangan baik itu tarik tunai,,transfer,,pembayaran tagihan dan lain nya,,tanpa harus ke bank yg jaraknya lumayan jauh dari desa kami.Saya bangga menjadi AgenBRILink.Terimakasih bank BRI” Ujar Bu A’as pemilik Agen BRILink Asnarisa.</p>
<p>Keuntungan Finansial yang Menarik<br />
Selain kemudahan operasional, Agen BRILink juga mendapatkan berbagai keuntungan finansial, seperti:<br />
• Pendapatan komisi (admin luar) dari setiap transaksi.<br />
• Potensi penghasilan besar seiring meningkatnya volume transaksi masyarakat.<br />
• Meningkatkan omset usaha utama berkat meningkatnya jumlah pengunjung toko.<br />
• Akses ke fasilitas dana talangan Bank Raya, yang membantu agen mengelola kebutuhan modal kerja.</p>
<p>Manfaat bagi Nasabah dan Masyarakat<br />
Dari sisi nasabah, kehadiran Agen BRILink sangat membantu dalam kebutuhan transaksi harian. Warga dapat melakukan setor tunai, tarik tunai, transfer, pembayaran listrik, pembelian pulsa, hingga berbagai pembayaran tagihan tanpa harus menempuh jarak jauh ke kantor bank. Kemudahan ini menjadi solusi praktis dan hemat waktu bagi masyarakat.</p>
<p>Dengan berbagai manfaat tersebut, Agen BRILink tidak hanya berperan sebagai perpanjangan tangan BRI dalam menghadirkan layanan perbankan, tetapi juga menjadi peluang usaha menjanjikan yang membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/jaringan-agen-brilink-bri-kc-cikarang-semakin-dekat-dan-cepat-untuk-layanan-perbankan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/c_scale,w_575,h_329/f_webp,q_auto:low/v1784971811/IMG-20260725-WA0007/IMG-20260725-WA0007.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BRI: Kemudahan Finansial untuk Semua Kalangan</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/bri-kemudahan-finansial-untuk-semua-kalangan/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/bri-kemudahan-finansial-untuk-semua-kalangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2026 14:53:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=672</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Di era digital, bank bukan lagi sekadar tempat menyimpan uang. <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/bri-kemudahan-finansial-untuk-semua-kalangan/" title="BRI: Kemudahan Finansial untuk Semua Kalangan" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Di era digital, bank bukan lagi sekadar tempat menyimpan uang. Perbankan telah berevolusi menjadi pusat aktivitas keuangan yang menemani hampir setiap aspek kehidupan masyarakat, mulai dari menerima gaji, membayar tagihan, berbelanja, berinvestasi, hingga mengembangkan usaha.</p>
<p>Di tengah persaingan industri perbankan Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menjadi salah satu bank yang memiliki jangkauan layanan paling luas di Indonesia. Selama lebih dari satu abad melayani masyarakat, BRI terus bertransformasi menjadi bank modern tanpa meninggalkan akar utamanya: melayani seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).</p>
<p>Lantas, apa sebenarnya yang membuat banyak orang tetap setia menggunakan BRI?</p>
<p>Mari kita kupas secara lengkap.</p>
<p>1. Jaringan Terluas yang Menjangkau Hingga Pelosok Negeri</p>
<p>Banyak bank memiliki layanan digital yang baik. Namun, ketika berbicara mengenai kemudahan akses secara fisik, BRI memiliki keunggulan karena didukung jaringan kantor, ATM, dan Agen BRILink yang tersebar di berbagai daerah.</p>
<p>Bagi masyarakat yang tinggal di kota kecil maupun desa, keberadaan layanan ini memberikan kemudahan untuk melakukan transaksi tanpa harus pergi jauh ke kantor cabang.</p>
<p>Hal ini menjadikan BRI bukan hanya bank perkotaan, tetapi juga bank yang hadir di tengah kehidupan masyarakat Indonesia.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>2. BRImo: Satu Aplikasi untuk Berbagai Kebutuhan Finansial</p>
<p>Perkembangan teknologi membuat aktivitas perbankan berpindah ke smartphone.<br />
Melalui BRImo, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi, antara lain:<br />
* Transfer antar rekening<br />
* Transfer ke bank lain<br />
* Pembayaran tagihan<br />
* Pembelian pulsa dan paket data<br />
* Pembayaran QRIS<br />
* Investasi<br />
* Asuransi<br />
* Transfer internasional<br />
* Pencatatan keuangan pribadi</p>
<p>BRImo dirancang sebagai financial super app, sehingga banyak aktivitas keuangan dapat dilakukan dari satu aplikasi tanpa harus datang ke kantor cabang.<br />
&#8212;</p>
<p>3. Membuka Rekening Semakin Mudah</p>
<p>Dulu membuka rekening identik dengan antre panjang.<br />
Kini proses tersebut jauh lebih praktis.</p>
<p>Calon nasabah dapat memanfaatkan layanan pembukaan rekening secara digital untuk beberapa jenis tabungan yang disediakan BRI sehingga proses menjadi lebih cepat dan efisien. ([Bank BRI][1])</p>
<p>&#8212;</p>
<p>4. Pilihan Tabungan Sesuai Kebutuhan</p>
<p>Tidak semua orang memiliki kebutuhan yang sama.<br />
Karena itu BRI menyediakan berbagai pilihan tabungan, seperti:<br />
Simpedes</p>
<p>Cocok bagi masyarakat yang menginginkan tabungan sederhana dengan kemudahan transaksi.</p>
<p>Keunggulannya antara lain:<br />
* Setoran fleksibel<br />
* Penarikan mudah<br />
* Didukung kartu debit<br />
* Dapat menggunakan layanan e-banking<br />
* Berkesempatan mengikuti program hadiah sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p>BritAma</p>
<p>Dirancang bagi nasabah yang menginginkan fasilitas transaksi digital lebih lengkap dengan dukungan berbagai layanan perbankan modern.<br />
Dengan banyak pilihan produk, masyarakat dapat menyesuaikan rekening sesuai kebutuhan masing-masing.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>5. Agen BRILink: Bank Hadir Lebih Dekat</p>
<p>Salah satu inovasi terbesar BRI adalah BRILink.<br />
Melalui jaringan agen yang bekerja sama dengan BRI, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi tanpa harus datang ke kantor cabang.<br />
Beberapa layanan yang tersedia antara lain:<br />
* Setor tunai<br />
* Tarik tunai<br />
* Transfer<br />
* Pembayaran tagihan<br />
* Pembelian pulsa<br />
* Registrasi layanan digital tertentu<br />
Bagi pemilik usaha, menjadi Agen BRILink juga dapat membuka peluang memperoleh pendapatan dari layanan transaksi yang diberikan kepada masyarakat.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>6. Sahabat UMKM Indonesia</p>
<p>Jika berbicara mengenai UMKM, nama BRI hampir selalu disebut.<br />
Selama bertahun-tahun, BRI dikenal aktif mendukung pelaku usaha melalui berbagai layanan pembiayaan, pendampingan, dan ekosistem transaksi.</p>
<p>Banyak pedagang pasar, toko kelontong, petani, nelayan, hingga pelaku usaha rumahan memanfaatkan layanan BRI untuk mendukung aktivitas bisnis mereka.</p>
<p>Inilah salah satu alasan mengapa BRI sering disebut sebagai bank yang dekat dengan pelaku usaha kecil.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>7. Transaksi Digital yang Semakin Lengkap</p>
<p>Gaya hidup masyarakat telah berubah.<br />
Kini pembayaran dapat dilakukan cukup dengan memindai QR Code.</p>
<p>Melalui BRImo, nasabah dapat memanfaatkan pembayaran QRIS untuk bertransaksi di berbagai merchant yang mendukung standar tersebut.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>8. Layanan 24 Jam</p>
<p>Aktivitas ekonomi tidak mengenal jam kantor.</p>
<p>Karena itu layanan digital BRI memungkinkan nasabah melakukan transaksi kapan saja, baik pagi, siang, malam, maupun hari libur, selama layanan yang digunakan tersedia.</p>
<p>Kemudahan ini sangat membantu masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi.</p>
<p>&#8212;<br />
9. Mendukung Gaya Hidup Modern</p>
<p>Saat ini rekening bank bukan hanya untuk menabung.</p>
<p>Rekening juga menjadi pusat aktivitas keuangan seperti:* menerima gaji,<br />
* belanja daring,<br />
* pembayaran tagihan,<br />
* transfer keluarga,<br />
* pembayaran sekolah,<br />
* transaksi usaha,<br />
* hingga pengelolaan keuangan sehari-hari.<br />
Dengan integrasi layanan digital, BRI berupaya menjawab kebutuhan tersebut melalui berbagai kanal transaksi.</p>
<p>&#8212;<br />
10. Keamanan Menjadi Prioritas</p>
<p>Kemudahan harus diimbangi dengan keamanan.</p>
<p>BRI terus mengembangkan sistem keamanan digital serta mengedukasi nasabah agar:<br />
* tidak membagikan PIN,<br />
* menjaga kerahasiaan OTP,<br />
* waspada terhadap tautan atau pesan palsu,<br />
* hanya menggunakan aplikasi resmi,<br />
* rutin memperbarui aplikasi.<br />
Peran aktif nasabah dalam menjaga keamanan akun juga menjadi bagian penting dari perlindungan transaksi.</p>
<p>&#8212;<br />
Siapa yang Cocok Menjadi Nasabah BRI?</p>
<p>BRI dapat menjadi pilihan bagi berbagai kalangan, misalnya:<br />
* Karyawan<br />
* Pegawai negeri<br />
* Pelajar dan mahasiswa<br />
* Pedagang<br />
* Pelaku UMKM<br />
* Freelancer<br />
* Petani<br />
* Nelayan<br />
* Pengusaha<br />
* Komunitas<br />
* Yayasan<br />
* Organisasi sosial</p>
<p>Dengan beragam produk dan layanan, masyarakat dapat memilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan finansial masing-masing.</p>
<p>&#8212;<br />
Lebih dari Sekadar Tempat Menabung</p>
<p>Peran bank telah berubah.</p>
<p>Kini bank menjadi mitra dalam mengelola keuangan, mengembangkan usaha, dan mendukung aktivitas digital sehari-hari.</p>
<p>Melalui inovasi seperti BRImo, jaringan Agen BRILink, berbagai pilihan tabungan, layanan transaksi digital, serta dukungan bagi UMKM, BRI berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia dalam mengakses layanan keuangan.</p>
<p>Menjadi nasabah bukan hanya soal memiliki rekening, tetapi juga memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan, mudah diakses, dan dapat mendukung aktivitas keuangan secara aman dan praktis.</p>
<p>Bagi Anda yang menginginkan kemudahan transaksi, akses layanan yang luas, serta dukungan ekosistem digital yang terus berkembang, mengenal lebih jauh produk dan layanan BRI bisa menjadi langkah awal yang layak dipertimbangkan.</p>
<p>Source:</p>
<p>[1]: [https://bri.co.id/web/guest/brimo](https://bri.co.id/web/guest/brimo) Digital Banking E-Channel Brimo &#8211; Bank BRI | Melayani Dengan Setulus Hati<br />
[2]: [https://eform.bri.co.id/home/detail/simpedes](https://eform.bri.co.id/home/detail/simpedes) PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk.<br />
[3]: [https://bri.co.id/web/guest/tentang-brilink](https://bri.co.id/web/guest/tentang-brilink) UMKM BRILink Tentang Brilink &#8211; Bank BRI | Melayani Dengan Setulus Hati</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/bri-kemudahan-finansial-untuk-semua-kalangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://awsimages.detik.net.id/visual/2023/03/24/bri-2_169.jpeg?w=650&#038;q=80" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Museum Award 2025: Upaya Menggali Potensi Ekonomi Museum</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/indonesia-museum-award-2025-upaya-menggali-potensi-ekonomi-museum/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/indonesia-museum-award-2025-upaya-menggali-potensi-ekonomi-museum/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 15:31:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Museum Award 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=640</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Komunitas Jelajah kembali menyelenggarakan perhelatan akbar bertajuk Indonesia Museum Awards <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/indonesia-museum-award-2025-upaya-menggali-potensi-ekonomi-museum/" title="Indonesia Museum Award 2025: Upaya Menggali Potensi Ekonomi Museum" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Komunitas Jelajah kembali menyelenggarakan perhelatan akbar bertajuk Indonesia Museum Awards 2025, Ahad 23 November 2025.</p>
<p>Ajang ini bertujuan memberikan apresiasi dan penghargaan tidak saja kepada museum dan tokoh permuseuman, namun juga kepada individu maupun institusi yang selama ini dinilai banyak memberikan kontribusi dan karya nyata demi kemajuan permuseuman dan kebudayaan pada umumnya.</p>
<p>Bertempat di Ciputra Artpreneur, Jakarta, perhelatan yang dilaksanakan untuk yang ke-14 kali berturut-turut itu tahun ini berlangsung meriah, dihadiri oleh sekitar 500 undangan dari seluruh museum Tanah Air.</p>
<p>Dalam sambutannya melalui video Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa museum memiliki peran dan posisi penting dan strategis dalam arsitektur kebudayaan nasional.</p>
<p>Karena itu, menurutnya, museum harus menjadi pilar infrastruktur kebudayaan nasional, bukan hanya menjaga warisan masa lalu tetapi juga menghadapi tantangan masa depan.</p>
<p>“Museum harus memiliki kekuatan untuk menyatukan dan menggerakkan,” tegasnya.</p>
<p>Indonesia, urainya lebih lanjut, memiliki 1.340 suku bangsa, 718 ragam bahasa yang mewakili 10 persen dari bahasa di dunia, dan 2.213 watisan budaya tak benda yang tercatat sampai dengan 2024 ditambah sekitar 500 lebih untuk tahun 2025, serta puluhan ribu l;ainnya mulai dari seni, kuliner dan fashion yang merupakan bagian dari ekspresi seni budaya Indonesia.</p>
<p>Kekayaan budaya ini, tambahnya, harus bisa dijadikan sebagai driving force, suatu kekuatan untuk menggerakkan, selain sebagai kekuatan untuk menyatukan.</p>
<p>“Karena itu museum harus memiliki kekuatan untuk menyatukan dan menggerakkan,” tegasnya. Menurut Fadli museum adalah “wajah depan sebuah negara” dalam kaitannya dengan identitas, narasi, dan nilai yang kita wariskan.</p>
<p>Indonesia Museum Awards tahun ini mengusung tema “MuseuMart.” Tema ini berfokus pada bagaimana museum dapat memanfaatkan potensi ekonomi yang dimilikinya untuk meningkatkan kesejahteraan insan permuseuman.</p>
<p>“Kita tahu sebagian besar museum menghadapi persoalan anggaran yang memang masih sangat terbatas,” ujar Wiendu Nuryanti, Ketua Dewan Juri.</p>
<p>Menurut Wiendu secara umum isu ini memang belum banyak disentuh pengelola museum. Padahal jika digali lebih jauh museum memiliki potensi pendapatan yang cukup besar di luar sumber pendapatan dari tiket masuk. Menurut Guru Besar UGM ini museum-museum besar di dunia menjadikan kreativitas penjualan souvenir dan merchandise sebagai bagian penting strategi bisnis mereka.</p>
<p>Ia memberi contoh Museum Louvre di Paris, yang memperoleh pendapatan tahunan total antara 200-250 juta euro, atau setara dengan Rp 3,4 trilium hingga Rp 4,2 triliun, hampir separuh dari jumlah pendapatan itu berasal dari hasil penjualan aneka souvenir, kaus dan asesoris hasil kolaborasi dengan merk pakaian global.</p>
<p>“Ini potensi yang luar biasa besar” terang mantan Wakil Menteri bidang Kebudayaan ini</p>
<p>Sejalan dengan itu, Komunitas Jelajah telah bergerak dengan menyelenggarakan workshop Economy Experience Incubator dalam rangkaian program Road to IMA 2025. Acara digelar di dua kota, yaitu Bandung bekerjasama dengan Museum Geologi, dan di Mataram, Lombok bekerjasama dengan Museum Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).</p>
<p>“Ini adalah program praktis yang tujuannya memberi bekal dan pengetahuan peserta bagaimana mengelola dan memanfaatkan aset berupa koleksi museum untuk dijadikan souvenir misalnya sehingga memiliki nilai tambah,” terang Ciwuk Musiana Yudhawasthi, Ketua Komunitas Jelajah.</p>
<p>Dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut, harap Ciwuk, akan memacu insan permuseuman untuk berpikir kreatif mencari sumber pendapatan museum, misalnya dari penjualan merchandise atau souvenir yang dibuat dari koleksi museum yang paling ikonik, menarik dan unik.</p>
<p>Seperti tahun sebelumnya, penyelenggaraan Indonesia Museum Awards tahun ini memilih museum-museum yang meraih apresiasi dalam 5 kategori, yaitu Museum Cerdas, Museum Lestari, Museum Bersahabat, Museum Inspiratif, dan Museum Komunikatif. Selain itu, aka nada pemberian penghargaan berupa apresiasi khusus kepada tokoh yang dinilai Dewan Juri telah memberikan kontribusi dan sumbangsih nyata untuk pemajuan permuseuman dan kebudayaan Indonesia.</p>
<p>Penghargaan khusus itu berupa Tokoh Peduli Museum dan Anugerah Pengabdian Sepanjang Hayat untuk tokoh yang dinilai memberikan andil secara luar biasa dalam merawat dan melestarikan warisan nilai-nilai budaya bangsa secara berkelanjutan, dan menunjukan kerja nyata bagi pemajuan permuseuman dan kebudayaan Indonesia secara umum.</p>
<p>Selain itu, perhelatan ini juga memberikan Penghargaan Khusus Amir Sutaarga kepada tokoh daerah yang secara konsisten dan terus menerus merawat dan melestarikan kearifan lokal dan kekayaan nilai-nilai budaya di daerahnya sehingga dapat dinikmati dan dijadikan pelajaran bagi generasi yang akan datang.</p>
<p>Tahun ini Indonesia Museum Awards juga kembali memberikan penghargaan khusus Media Peduli Museum, sebagai apresiasi terhadap media yang banyak memuat artikel dan konten dengan pesan-pesan yang positif tentang museum.</p>
<p>&#8220;Kami menilai media memiliki peran yang sangat penting dan strategis sebagai bagian dari kerja bersama menuju permuseuman yang lebih baik,&#8221; jelas Yuliandre Darwis, anggota Dewan Juri.</p>
<p>“Apa yang dimuat dan ditulis oleh media akan mempengaruhi persepsi publik terhadap museum,” terang pakar Komunikasi itu.</p>
<p>Berikut daftar nominasi dan Pemenang Anugerah Indonesia Museum Awards 2025</p>
<p><strong>Kategori Museum Cerdas:</strong></p>
<p>Museum Geologi<br />
Museum Pusat TNI AL Jalasveva Jayamahe<br />
Museum Timah Indonesia, Pangkal Pinang<br />
Museum Sangran<br />
Museum Kota Lama Semarang<br />
Museum Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan</p>
<p>Pemenangnya : Museum Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan</p>
<p><strong>Kategori Museum Bersahabat:</strong></p>
<p>Museum Semedo<br />
Museum Anak Bajang<br />
Museum Negeri Sumatera Utara<br />
Museum Jamin Ginting<br />
Museum Wayang Jakarta<br />
Bayt AlQur”an &amp; Museum Istiqlal TMII</p>
<p>Pemenangnya : Bayt AlQur”an &amp; Museum Istiqlal TMII</p>
<p><strong>Kategori Museum Lestari:</strong></p>
<p>Museum Keris Nusantara, Solo<br />
Museum Tjong A Fie Mansion<br />
Museum Pusaka Kasepuhan Cirebon<br />
Museum Provinsi NTT<br />
Museum Monumen Bajra Sandhi Bali<br />
Museum Batik Pekalongan</p>
<p>Pemenangnya : Museum Provinsi NTT</p>
<p><strong>Kategori Museum Komunikatif:</strong></p>
<p>Museum Bank Indonesia<br />
Museum Islam Indonesia Hasyim Asyari<br />
Museum Lawang Sewu<br />
Museum Balanga Kalimantan Selatan<br />
Museum IMERI FKUI<br />
Museum Song Terus</p>
<p>Pemenangnya : Museum Bank Indonesia</p>
<p><strong>Kategori Museum Inspiratif:</strong></p>
<p>Museum Provinsi NTB<br />
Museum Affandi<br />
Museum Le Mayeur Bali<br />
Museum Batik Indonesia TMII<br />
Museum Gunung Api Merapi<br />
Museum Geopark Batur</p>
<p>Pemenangnya Museum Provinsi NTB</p>
<p>Kategori Khusus Museum of Honor: MUSEUM NASIONAL INDONESIA</p>
<p>Kategori Khusus Media Peduli Museum: OKEZONE</p>
<p>Kategori Khusus Tokoh Peduli Museum: UDAYA HALIM</p>
<p>Kategori Khusus Pengabdian Sepanjang Hayat: WIWOHO BASUKI TJOKRONEGORO</p>
<p>Kategori Khusus Anugerah Amir Sutaarga: JOHSZUA ROBERT MANSOBEN</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/indonesia-museum-award-2025-upaya-menggali-potensi-ekonomi-museum/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251123-WA0009_copy_800x600_1.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bangkitnya Intelektual Betawi di Hari Kebangkitan Nasional</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/bangkitnya-intelektual-betawi-di-hari-kebangkitan-nasional/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/bangkitnya-intelektual-betawi-di-hari-kebangkitan-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2025 12:24:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi’s Profesor Club]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=534</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Di hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2025, sejumlah intelektual <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/bangkitnya-intelektual-betawi-di-hari-kebangkitan-nasional/" title="Bangkitnya Intelektual Betawi di Hari Kebangkitan Nasional" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://gerbangbetawi.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Di hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2025, sejumlah intelektual Betawi mengadakan acara Silaturrahim di Assyiik Resto, Setu Cipayung, Kecamatan Setu Cipayung, Jakarta Timur. Sejumlah intelektual Betawi itu terdiri dari para Profesor dari beberapa Perguruan Negeri dan Swasta, di Jakarta dan sekitarnya.</p>
<p>Selain itu, juga dihadiri oleh salah seorang Jenderal TNI AD (purnawirawan), yang juga berasal dari Betawi. Beliau juga yang memfasilitasi pertemuan tersebut di restonya.</p>
<p>Pertemuan Silaturrahim itu digagas oleh Prof. Murodi dan Prof. Sylvia Murni, yang merupakan penggagas dan pendiri Betawi’s Profesor Club.</p>
<p>Berawal dari keinginan sejumlah profesor Betawi untuk mengadakan Silaturrahim guna menggagas berdirinya sebuah forum atau lembaga yang menghimpun potensi intelektual Betawi dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di daerah Jakarta dan sekitarnya.</p>
<p>Selama ini, potensi itu masih berserakan tidak termanfaatkan secara maksimal, baik oleh lembaga pendidikan atau Pemerintah Daerah Jakarta, terutama terkait pemberdayaan masyarakat Betawi dan kebudayaannya.</p>
<p>Padahal, banyak profesor dan doktor dari komunitas etnis masyarakat Betawi yang bisa diajak kerjasama, semisal Prof. Yasmin Shihab, anteopolog UI, Prof. Bahrullah Akbar, Mantan Ketua BPK RI, Prof. Hasbullah Thabrani, seorang dokter senior. Prof. Zulkifli, Dekan FKM UI, Prof. Agus Suradika, dan masih banyak lagi yang lain.</p>
<p>Mereka adalah orang-orang hebat dan potensial. Karena itu, meski dalam kedibukan luar biasa, mereka mau menyempatkan diri hadir guna menggagas berdirinya sebuah organisasi atau forum intelektual Betawi.</p>
<p>Meski belum disepakati namanya, tapi mereka bersepakat untuk secara bersama membentuk sebuah lembaga untuk menghimpun para intelektual Betawi potensial.</p>
<h3>Betawi’s Intellectual Circle</h3>
<p>Gagasan mendirikan forum atau semisal Betawi’s Intellectual Circle bertjuan, antara lain untuk:</p>
<p>Pertama meningkatkan kualitas pemikiran dan penelitian di bidang kebudayaan Betawi.</p>
<p>Kedua Mengembangkan program pengabdian masyarakat yang berbasis kebudayaan Betawi.</p>
<p>Ketiga Meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan Betawi.</p>
<p>Keempat. Membangun jaringan dan kerjasama dengan institusi pendidikan dan penelitian lainnya.</p>
<p>Semua gagasan tersebuat akan dituangkan dalam bentuk Program Diskusi Ilmiah, tentang topik-topik yang relevan dengan kebudayaan Betawi. Selain itu, juga melakukan penelitian kolaboratif dengan institusi pendidikan dan penelitian lainnya tentang kebudayaan Betawi.</p>
<p>Kemudian, ada juga program publikasi Jurnal ilmiah tentang kebudayaan Betawi. Terakhir, program kegiatan budaya yang mempromosikan kebudayaan Betawi, seperti festival, pameran, dan pertunjukan seni.</p>
<p>Dengan demikian, Betawi&#8217;s Intellectual Circle dapat menjadi wadah bagi intelektual Betawi untuk memajukan pemikiran, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai kebudayaan Betawi.</p>
<p>Hal Itu semua impian kami sebagai intelektual masyarakat Betawi yang tergabung dalam Betawi’s Intellectual Circle. Semoga terwujud semua impian tersebut dalam waktu dekat.</p>
<p><em><strong>Murodi al-Batawi.</strong></em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/bangkitnya-intelektual-betawi-di-hari-kebangkitan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/du66xc8mf/images/f_webp,q_auto:low/v1747743774/Betawis-Profesor-Club-FILEminimizer/Betawis-Profesor-Club-FILEminimizer.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lembaga Kebudayaan Betawi dan Forum Jurnalis Betawi Bikin Program Podcast Serial: Betawi-verse Jadi Perbincangan</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/lembaga-kebudayaan-betawi-dan-forum-jurnalis-betawi-bikin-program-podcast-serial-betawi-verse-jadi-perbincangan/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/lembaga-kebudayaan-betawi-dan-forum-jurnalis-betawi-bikin-program-podcast-serial-betawi-verse-jadi-perbincangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2025 00:53:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[LKB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=516</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA – Forum Jurnalis Betawi (FJB) dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) membuat <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/lembaga-kebudayaan-betawi-dan-forum-jurnalis-betawi-bikin-program-podcast-serial-betawi-verse-jadi-perbincangan/" title="Lembaga Kebudayaan Betawi dan Forum Jurnalis Betawi Bikin Program Podcast Serial: Betawi-verse Jadi Perbincangan" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://gerbangbetawi.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> – Forum Jurnalis Betawi (FJB) dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) membuat siniar alias podcast bersama. Kolaborasi kekinian ini bertajuk Podcast Betawi: Serial.</p>
<p>Episode perdana Podcast Betawi: Serial mengundang narasumber Dr Siti Elda Hiererra, SKom, MMSI, CDMS, CME. Biasa disapa Elda, adalah dosen di Binus University dan Direktur Program ISACA Indonesia.</p>
<p>Menariknya, Elda adalah anak Betawi asal Rawa Belong, Jakarta Barat, yang pakar di bidang metaverse.</p>
<p>Di episode perdana ini, Mpok Elda menjelaskan apa itu metaverse dan bagaimana implementasinya dapat diterapkan dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni-budaya masyarakat Betawi. Termasuk ceritanya mengembangkan metaverse untuk Candi Borobudur di Magelang, sebagai salah satu destinasi wisata superprioritas di Indonesia.</p>
<p>“Dengan memanfaatkan teknologi metaverse, aye punya harapan untuk membuat Betawi-verse sehingga konten dan literasi Betawi dapat lebih dinikmati oleh banyak kalangan terutama generasi muda, Gen Z, yang punya gaya hidup digital,” jelasnya bersemangat.</p>
<p>Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi Beky Mardani menyambut setiap kolaborasi yang disampaikan pada LKB demi literasi Betawi. Sebab kegiatan pelestarian dan pengembangan seni-budaya Betawi tidak dapat dilakukan sendirian, tapi memerlukan kerja sama dengan segala pihak yang peduli dan cinta terhadap Betawi.</p>
<p>“Jadi LKB siap berkolaborasi dengan pihak mana pun, termasuk bersama Forum Jurnalis Betawi (FJB) untuk meninggikan konten dan literasi Betawi. Salam kolaborasi!” kata Bang Beky.</p>
<p>M Syakur Usman, Ketua FJB, menambahkan program podcast, hasil kolaborasi FJB dengan LKB sebagai lembaga paling depan untuk upaya pelestarian dan pengembangan seni-budaya Betawi di Jakarta.</p>
<p>“Menyambut perayaan 5 Abad kota Jakarta pada 2027, FJB dan LKB memandang perlu memperbanyak konten-konten tentang Betawi di dunia maya, supaya literasi tentang Betawi semakin tinggi bagi penikmat media sosial zaman sekarang, supaya lebih mengenal dan cinta terhadap Betawi sebagai masyarakat inti kota Jakarta,” ujar Bang Syakur Usman.</p>
<h3>Live di TikTok LKB</h3>
<p>Episode perdana Podcast Betawi: Serial ini dipandu oleh Mpok Amira Kareem, mantan None Jakarta dan pengurus LKB. Alhasil, podcast berjalan lancar, mengalir, dan jenaka saat disiarkan secara langsung (live) di akun TikTok @lkbtiktok123.</p>
<p>Bang Syakur Usman menjelaskan, secara umum FJB dan LKB mempunyai beberapa tujuan dengan menggagas Podcast Betawi: Serial pada tahun ini: upaya pelestarian budaya Betawi dengan mendiskusikannya dari berbagai perspektif keilmuan.</p>
<p>Kedua, meningkatkan kesadaran publik/warga tentang Betawi dengan segala aspek dan sistem nilainya, sekaligus sebagai sarana edukasi yang informatif serta menghibur. Ketiga, membangun kebanggaan terhadap identitas dan warisan budaya Betawi melalui cerita dan diskusi inspiratif.</p>
<p>“Yang juga penfing, podcast ini menjadi platform hub bagi komunitas-komunitas Betawi untuk berbagi ide, pengalaman, dan inovasi untuk masyarakat Betawi, selain memperluas jangkauan konten Betawi dengan memanfaatkan platform digital sehingga dapat menjadi rereferensi termasuk diaspora-diaspra Betawi di seluruh dunia,” pungkas Bang Syakur.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/lembaga-kebudayaan-betawi-dan-forum-jurnalis-betawi-bikin-program-podcast-serial-betawi-verse-jadi-perbincangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://www.kebudayaanbetawi.com/wp-content/uploads/2025/04/WhatsApp-Image-2025-04-24-at-06.17.12-660x330.jpeg.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mulai Langka, Yuk Bikin Kue Sengkulun Khas Betawi buat Lebaran</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/mulai-langka-yuk-bikin-kue-sengkulun-khas-betawi-buat-lebaran/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/mulai-langka-yuk-bikin-kue-sengkulun-khas-betawi-buat-lebaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 08:59:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Kue Sengkulun]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Betawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=483</guid>

					<description><![CDATA[GERBANG BETAWI &#8211; Sengkulun adalah kue mirip kue keranjang dengan permukaan berbintil <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/mulai-langka-yuk-bikin-kue-sengkulun-khas-betawi-buat-lebaran/" title="Mulai Langka, Yuk Bikin Kue Sengkulun Khas Betawi buat Lebaran" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://gerbangbetawi.com/"><strong>GERBANG BETAWI</strong></a> &#8211; Sengkulun adalah kue mirip kue keranjang dengan permukaan berbintil kasar, tekstur lunak, kenyal, dan lembut. Kue ini dibuat dengan bahan baku utama tepung ketan.</p>
<p>Penggunaan gula merah membuatnya berwarna coklat, walaupun ada juga variasi pewarna lain di berbagai daerah. Santan kental menambahkan rasa gurih.</p>
<p>Kue ini dibuat dengan cara dikukus dalam waktu sekitar 2 jam, dan dimakan dengan kelapa parut.</p>
<p>Bagi masyarakat Betawi, kue ini dianggap sakral. Mereka akan selalu menyajikan saat mengadakan berbagai acara kebudayaan atau acara penting lainnya.</p>
<p>Sayangnya kue Sengkulun semakin langka dan hanya bisa ditemui saat acara-acara tertentu saja.</p>
<p>Sengkulun tidak hanya dikenal karena rasanya yang khas, tetapi juga karena kehadirannya dalam perayaan-perayaan khusus.</p>
<p>Kue ini sering ditemukan pada perayaan Hari Raya Idulfitri dan Iduladha, di mana ia menjadi bagian dari hidangan yang disajikan untuk merayakan bersama sanak keluarga setelah salat id.</p>
<p>Selain itu, Sengkulun juga sering digunakan sebagai makanan ringan dalam berbagai acara. Orang Betawi amat suka menyantap kue ini saat dikombinasikan dengan secangkir teh atau kopi pahit.</p>
<h3>Resep Kue Sengkulun Khas Betawi</h3>
<h4>Bahan:</h4>
<ul>
<li>200 gr tepung beras ketan</li>
<li>100 gr kelapa parut sedang (jangan pilih kelapa yang terlalu tua)</li>
<li>8 sdm gula pasir</li>
<li>1/2 sdt garam</li>
<li>1/2 sdt vanili bubuk pewarna merah secukupnya</li>
</ul>
<h4>Cara Membuat:</h4>
<ol>
<li>Masukkan tepung beras ketan, kelapa, gula pasir, garam dan vanili ke dalam wadah. Campur merata.</li>
<li>Ambil sebagian adonan, tambahkan pewarna merah secukupnya, aduk hingga pewarna merata dan tidak ada yang menggumpal.</li>
<li>Panaskan kukusan hingga mendidih.</li>
<li>Siapkan loyang atau cetakan, oles minyak dan lapisi dengan daun pisang di bagian dasarnya. Masukkan adonan putih, ratakan sambil ditekan-tekan. Masukkan adonan merah, ratakan sambil sesekali ditekan.</li>
<li>Kukus selama 25-30 menit.</li>
<li>Angkat dan biarkan dingin, lepaskan dari loyang.</li>
<li>Kue sengkulun siap dinikmati.</li>
</ol>
<p>Mudah sekali bukan membuat kue sengkulun?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/mulai-langka-yuk-bikin-kue-sengkulun-khas-betawi-buat-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/KTbDb_2OigfE0fo1czyTV2ETwBQ=/1x66:1000x629/1280x720/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3418500/original/062538700_1617414957-shutterstock_1080705338.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resep Kue Gambang Khas Betawi yang Mulai Langka, Cocok Buat Lebaran</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/resep-kue-gambang-khas-betawi-yang-mulai-langka-cocok-buat-lebaran/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/resep-kue-gambang-khas-betawi-yang-mulai-langka-cocok-buat-lebaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 08:45:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kue Gambang]]></category>
		<category><![CDATA[Kue Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Betawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=480</guid>

					<description><![CDATA[GERBANG BETAWI &#8211; Meskipun termasuk makanan khas Betawi, kue ini jarang ditemui <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/resep-kue-gambang-khas-betawi-yang-mulai-langka-cocok-buat-lebaran/" title="Resep Kue Gambang Khas Betawi yang Mulai Langka, Cocok Buat Lebaran" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://gerbangbetawi.com/"><strong>GERBANG BETAWI</strong></a> &#8211; Meskipun termasuk makanan khas Betawi, kue ini jarang ditemui dan harus blusukan ke pasar tradisional, seperti Pasar Johar. Namun pasca kebakaran di Pasar Johar pada Mei 2015  yang lalu, kue berbentuk roti kecil ini semakin jarang ditemui.</p>
<p>Kue gambang atau sering disebut ganjel rel kurang dikenal dibandingkan jenis lainnya karena teksturnya tidak lembut sehingga agak alot (bantat) dan sulit dikonsumsi.</p>
<p>Namun, beberapa produsen kini telah memodifikasi teksturnya agar dapat dinikmati pada zaman modern kini.</p>
<p>Meski begitu, Tekstur gambang yang agak alot ini menurut para ahli roti sangat baik bagi pencernaan.</p>
<p>Kue gabang atau banyak yang menyebut roti gambang berbentuk kotak dan berwarna cokelat bertabur wijen, roti ini bercita rasa kayu manis.</p>
<p>Teksturnya ulet dan padat dipadu dengan aroma cokelat serta kayu manis yang nendang di lidah. Karena teksturnya yang ulet, memakannya dua potong saja sudah cukup mengenyangkan perut.</p>
<p>Kue ini disebut merupakan salah satu peninggalan Belanda. Sampai sekarang resep yang digunakan tidak pernah berubah, masih asli dari zaman Belanda dahulu.</p>
<p>Disebut roti gambang karena bentuknya yang mirip dengan alat musik gambang yang sangat populer di masyarakat Betawi, tetapi masyarakat Semarang lebih mengenalnya dengan nama “ganjel rel”. Disebut ganjel rel karena selain teksturnya yang bantat bentuknya juga seperti ganjel rel (bantalan rel).</p>
<p>Berikut bahan-bahan dan cara membuat kue gambang khas Betawi</p>
<h3>Bahan-bahan</h3>
<p>180 g gula merah (gula aren lebih mantab)<br />
75 ml air<br />
50 gr gula pasir (kalau mau tidak tll manis kurang jadi 25 gr)<br />
300 gr terigu<br />
125 gr tepung roti<br />
1 sdt soda kue<br />
1 sdt baking powder<br />
1 sdt kayu manis (tambah jika suka aroma kuat)<br />
1/2 sdt garam halus (sejumput aja, hanya untuk penyeimbang rasa)<br />
1 butir telur<br />
50 gr margarine leleh<br />
1/2 sdm molases (bisa skip)<br />
Air untuk olesan<br />
Toping<br />
Wijen, Keju,Aneka seed</p>
<p>Cara Membuat</p>
<div class="flex">
<h2 class="flex items-center flex-grow text-cookpad-24 text-cookpad-gray-700 font-semibold">Cara Membuat</h2>
</div>
<ol class="list-none ">
<li id="step_45831814" class="step mb-rg flex flex-row " data-collapse-recipe-target="step">
<div class="w-full grid gap-sm">
<div dir="auto">
<p class="mb-sm overflow-wrap-anywhere">Rebus gula merah,gula putih dan air lalu saring dan dinginkan</p>
</div>
</div>
</li>
<li id="step_45831815" class="step mb-rg flex flex-row " data-collapse-recipe-target="step">
<div class="w-full grid gap-sm print:grid-flow-col">
<div dir="auto">
<p class="mb-sm overflow-wrap-anywhere">Campur bahan kering terigu,tepung roti,soda kue,baking powder, kayu manis</p>
</div>
</div>
</li>
<li id="step_45831816" class="step mb-rg flex flex-row " data-collapse-recipe-target="step">
<div class="w-full grid gap-sm">
<div dir="auto">
<p class="mb-sm overflow-wrap-anywhere">Campur bahan cair telur,margarin leleh yg sudah dingin. Aku tambah molases agar lbh gelap sikuenya</p>
</div>
</div>
</li>
<li id="step_45831817" class="step mb-rg flex flex-row " data-collapse-recipe-target="step">
<div class="w-full grid gap-sm">
<div dir="auto">
<p class="mb-sm overflow-wrap-anywhere">Buat lubang ditengah bahan kering..tuang bahan cair, uleni asal rata aja ya.. jangan terlalu lama, agar gluten tidak terbentuk terlalu banyak.<br />
Setelah rata, rest minimal 20 menit. max 30 mnit.</p>
</div>
</div>
</li>
<li id="step_45831818" class="step mb-rg flex flex-row " data-collapse-recipe-target="step">
<div class="w-full grid gap-sm">
<div dir="auto">
<p class="mb-sm overflow-wrap-anywhere">Timbang adonan 30-40gr</p>
</div>
</div>
</li>
<li id="step_45831819" class="step mb-rg flex flex-row " data-collapse-recipe-target="step">
<div class="w-full grid gap-sm">
<div dir="auto">
<p class="mb-sm overflow-wrap-anywhere">Panaskan oven 17 derajat</p>
</div>
</div>
</li>
<li id="step_45831894" class="step mb-rg flex flex-row " data-collapse-recipe-target="step">
<div class="w-full grid gap-sm print:grid-flow-col">
<div dir="auto">
<p class="mb-sm overflow-wrap-anywhere">Setelah mencapai suhu 170° masukan oven, Panggang hingga matang. Biasanya 25 menit sudah matang.<br />
Biasanya pecah atasnya.. tanda sudah matang.</p>
</div>
<div class="w-full grid gap-sm">
<div dir="auto"></div>
</div>
</div>
</li>
</ol>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/resep-kue-gambang-khas-betawi-yang-mulai-langka-cocok-buat-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/www.tokomesin.com/wp-content/uploads/2017/10/Cara-membuat-roti-gambang-maksindo.jpg?fit=800%2C509&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jurnalis Mantapkan Ide dan Gagasan Menuju 5 Abad Kota Jakarta</title>
		<link>https://gerbangbetawi.com/jurnalis-mantapkan-ide-dan-gagasan-menuju-5-abad-kota-jakarta/</link>
					<comments>https://gerbangbetawi.com/jurnalis-mantapkan-ide-dan-gagasan-menuju-5-abad-kota-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[INzANE]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2025 03:06:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[FJB]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Jurnalis Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gerbangbetawi.com/?p=452</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Forum Jurnalis Betawi (FJB) menggelar kegiatan diskusi sekaligus buka puasa <a class="read-more" href="https://gerbangbetawi.com/jurnalis-mantapkan-ide-dan-gagasan-menuju-5-abad-kota-jakarta/" title="Jurnalis Mantapkan Ide dan Gagasan Menuju 5 Abad Kota Jakarta" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://gerbangbetawi.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Forum Jurnalis Betawi (FJB) menggelar kegiatan diskusi sekaligus buka puasa bersama dengan mengusung tema &#8220;Kontribusi Jurnalis Betawi Menyongsong Lima Abad kota Jakarta&#8221; acara ini berlangsung di Saung Kembangan, Jakarta Barat, pada Ahad sore (23/3/2025).</p>
<p>Dengan menampilkan tiga orang narasumber yang cukup senior di dunia jurnalistik yakni H Beky Mardani yang juga sebagai Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), kemudian H Yusron Sjarief, Jurnalis TV (news anchor) senior dan Ahmad Buchori atau biasa disapa Bang Boy, yang merupakan jurnalis senior Antara.</p>
<p>Ketua Forum Jurnalis Betawi (FJB) M Syakur Usman mengawali dengan pembukaan, dirinya menekankan pentingnya Jurnalis Betawi berkontribusi dan berperan aktif dengan usulan-usulan kegiatan untuk menyongsong 5 Abad Kota Jakarta yang akan dirayakan pada 22 Juni 2027 nanti.</p>
<p>FJB sendiri sudah melakukan inisiatif dengan mengembangkan laman berita online: Kabarbetawi.id. Laman ini akan banyak menyajikan konten-konten masyarakat Betawi sebagai masyarakat inti kota Jakarta.</p>
<p>Pada acara bukber ini. FJB juga menyampaikan beberapa program yang akan digelar untuk menyongsong 5 Abad Kota Jakarta, antara lain roadshow jurnalistik ke kampus-kampus, penerbitan buku 500 Cerita Tanah Betawi, workshop platform digital bersama kreator-kreator konten kebetawian, dan sebagainya.</p>
<p>Tepat pukul 16.30 acara diskusi dimulai yang dipandu oleh Bang Faisal dari RRI.</p>
<p>Banyak bermunculan ide dan gagasan baru agar jurnalis Betawi punya peran besar menuju lima abad kota Jakarta.</p>
<p>Beky Mardani misalnya, dirinya berharap agar jurnalis Betawi punya karya dalam bentuk buku yang bisa mengabadikan jasa para tokoh Betawi dari masa ke masa.</p>
<p>Selain itu, dia juga ingin ada karya lain yang selama ini menjadi memory kolektif orang tua agar dituangkan dalam tulisan. Seperti bagaimana kisah kampung di Betawi dahulu sebelum pembangunan sangat massif mewarnai Jakarta.</p>
<p>“Anak sekarang mana ngerasain bisa ngelihat Monas dari atas pohon kecapi. Nah, itu yang kita rasain dulu. Mari kita tulis, kita mulai dari kampung kita. Saya akan mulai dari kampung saya, Meruya,” ujar Beky yang juga Ketua PMI Jakarta Barat.</p>
<p>Yusron Sjarief menambahkan, banyak tradisi berkembang di Jakarta dan itu sangat terasa hingga kini bagi mereka yang masih tinggal di pemukiman non perumahan.</p>
<p>“Saya kalau jadi juri Abnon (Abang-None) Jakarta peserta selalu saya tanya tinggal di perkampungan atau di kompleks perumahan. Mereka yang tinggal di kompleks perumahan biasanya tidak tahu ada tradisi apa yang masih ada di Betawi,” katanya.</p>
<p>Sedangkan Ahmad Buchori menyoroti peran Jurnalis Betawi di banyak media masa umum, bukan media khusus Betawi. Karena itu, dia menyambut positif hadirnya website kabarbetawi.id milik FJB dan berharap bisa menyuarakan aspirasi warga Betawi.</p>
<p>“Kayak kejadian di Bekasi ada permintaan THR (kepada perusahaan) mengatasnamakan Betawi. Itu perlu kita luruskan, agar stigma Betawi di masyarakat tidak menjadi negatif,” ucapnya.</p>
<p>Diskusi semakin menarik menjelang Magrib.</p>
<p>Beberapa tamu undangan juga tampak hadir antara lain, Kasudin Kesbangpol Jakarta Barat, Mohammad Matsani, Ketua LBIQ dan Sekjen Permata MHT, H Supli Ali, serta adik-adik KMB PTIQ, juga hadir Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra dan Imbong Hasbullah dari LKB, serta Achmad Rizal (Sanggar Cingkrik S3 Rawa Belong).</p>
<p>Diakhir acara ada bagi-bagi buku, Bang Ipul: Simpul Betawi dari Gubernur ke Gubernur. Ada juga door prize tiket Ancol, dufan, dan Sea World, serta produk lainnya.</p>
<p>Kegiatan ini didukung oleh Gerakan Kebangkitan Betawi (Gerbang Betawi), Lembaga Bahasa dan Ilmu Al-Qur’an (LBIQ) DKI Jakarta, Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Paljaya, Permata MHT, Madrasah Aliyah Citra Cendekia, minuman isotonik dan yogurt Yoyic, Saung Kembangan, Taman Impian Ancol, dan Bir pletok Bang Isra. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gerbangbetawi.com/jurnalis-mantapkan-ide-dan-gagasan-menuju-5-abad-kota-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/du66xc8mf/images/f_webp,q_auto:low/v1742871812/WhatsApp-Image-2025-03-25-at-07.52.45_80cdda57-FILEminimizer/WhatsApp-Image-2025-03-25-at-07.52.45_80cdda57-FILEminimizer.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
