GERBANG BETAWI – Sengkulun adalah kue mirip kue keranjang dengan permukaan berbintil kasar, tekstur lunak, kenyal, dan lembut. Kue ini dibuat dengan bahan baku utama tepung ketan.
Penggunaan gula merah membuatnya berwarna coklat, walaupun ada juga variasi pewarna lain di berbagai daerah. Santan kental menambahkan rasa gurih.
Kue ini dibuat dengan cara dikukus dalam waktu sekitar 2 jam, dan dimakan dengan kelapa parut.
Bagi masyarakat Betawi, kue ini dianggap sakral. Mereka akan selalu menyajikan saat mengadakan berbagai acara kebudayaan atau acara penting lainnya.
Sayangnya kue Sengkulun semakin langka dan hanya bisa ditemui saat acara-acara tertentu saja.
Sengkulun tidak hanya dikenal karena rasanya yang khas, tetapi juga karena kehadirannya dalam perayaan-perayaan khusus.
Kue ini sering ditemukan pada perayaan Hari Raya Idulfitri dan Iduladha, di mana ia menjadi bagian dari hidangan yang disajikan untuk merayakan bersama sanak keluarga setelah salat id.
Selain itu, Sengkulun juga sering digunakan sebagai makanan ringan dalam berbagai acara. Orang Betawi amat suka menyantap kue ini saat dikombinasikan dengan secangkir teh atau kopi pahit.
Resep Kue Sengkulun Khas Betawi
Bahan:
- 200 gr tepung beras ketan
- 100 gr kelapa parut sedang (jangan pilih kelapa yang terlalu tua)
- 8 sdm gula pasir
- 1/2 sdt garam
- 1/2 sdt vanili bubuk pewarna merah secukupnya
Cara Membuat:
- Masukkan tepung beras ketan, kelapa, gula pasir, garam dan vanili ke dalam wadah. Campur merata.
- Ambil sebagian adonan, tambahkan pewarna merah secukupnya, aduk hingga pewarna merata dan tidak ada yang menggumpal.
- Panaskan kukusan hingga mendidih.
- Siapkan loyang atau cetakan, oles minyak dan lapisi dengan daun pisang di bagian dasarnya. Masukkan adonan putih, ratakan sambil ditekan-tekan. Masukkan adonan merah, ratakan sambil sesekali ditekan.
- Kukus selama 25-30 menit.
- Angkat dan biarkan dingin, lepaskan dari loyang.
- Kue sengkulun siap dinikmati.
Mudah sekali bukan membuat kue sengkulun?
