JAKARTA – Festival Maulid Nusantara (FMN) 13 resmi digelar di Halaman Parkir Convention Hall Jakarta Islamic Centre (JIC), Selasa (25/8/2026). Kegiatan berlangsung meriah dengan memadukan syiar Islam, seni, budaya Betawi, serta kreativitas anak dan generasi muda.
Pembukaan FMN 13 diawali dengan tradisi Betawi Palang Pintu yang ditampilkan oleh Sanggar Sinar Batavia, dilanjutkan dengan pertunjukan tari Betawi. Penampilan tersebut menjadi pembuka yang menarik sekaligus menunjukkan komitmen Jakarta Islamic Centre dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya lokal.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Agus Suradika, Kepala Divisi Umum PPIJ, yang hadir mewakili Kepala PPIJ KH. Muhyiddin Ishaq. Turut hadir Ir. Sukri Kardjono selaku Ketua Panitia Festival Maulid Nusantara 2026 atau FMN 13.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Agus Suradika mengaku terkesan melihat kemeriahan kegiatan dan antusiasme masyarakat yang hadir.
“Berkesan sekali hari ini, sangat ramai, apalagi dibuka dengan Palang Pintu sebagai tradisi Betawi. Semoga hari ini seluruh rangkaian Festival Maulid Nusantara dapat berjalan dengan baik,” ujar Prof. Agus.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan yang memadukan nilai keislaman dengan seni dan budaya lokal merupakan bagian dari implementasi visi besar Jakarta Islamic Centre sebagai pusat peradaban.
“JIC sangat peduli dengan upaya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal, seperti budaya Betawi,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Jakarta Islamic Centre berencana menggelar Festival Palang Pintu pada tahun depan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian budaya Betawi.
Usai sambutan, Prof. Agus Suradika secara resmi membuka rangkaian Lomba Hadroh se-DKI Jakarta yang diikuti oleh 20 grup. Perlombaan tersebut menjadi salah satu agenda utama FMN 13 dalam menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW melalui seni musik Islami.
Pada waktu yang bersamaan, digelar pula Lomba Mewarnai yang diikuti sekitar 1.000 anak se-DKI Jakarta di Koridor Gedung Bisnis JAkarta Islamic Centre. Antusiasme terlihat dari kehadiran para guru dan wali murid yang memadati lokasi perlombaan.
Para peserta tampak antusias mewarnai gambar Masjid Raya Jakarta Islamic Centre. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mengembangkan kreativitas anak, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan Jakarta Islamic Centre sebagai salah satu pusat kegiatan keislaman dan kebudayaan kepada generasi muda.
Selain perlombaan, FMN 13 menghadirkan Workshop Seni Peran serta Cipta dan Baca Puisi yang berlangsung di Lobby Convention Hall. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari para guru seni dan guru Bahasa Indonesia.
Sebanyak 60 peserta telah terdaftar melalui Google Form dan mengikuti kegiatan yang juga mendapat dukungan serta penugasan dari Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Utara. Workshop ini menjadi ruang bagi para pendidik untuk mengembangkan kreativitas dalam seni peran, penulisan, serta pembacaan puisi.
Sementara itu, Ketua Panitia FMN, Ir. Sukri Kardjono, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami sangat senang karena acara berjalan dengan lancar. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik dan mendapat antusiasme yang luar biasa,” kata Sukri.
Ia berharap pelaksanaan Festival Maulid Nusantara pada tahun mendatang dapat dikemas lebih menarik, lebih meriah, serta menghadirkan kegiatan yang semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rangkaian FMN 13 kemudian ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba dan ramah tamah. Festival ini tidak hanya menjadi momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan nilai-nilai keislaman dengan seni, pendidikan, kreativitas, dan pelestarian budaya lokal.
Melalui FMN 13, Jakarta Islamic Centre kembali menegaskan perannya sebagai ruang yang mendorong tumbuhnya kehidupan keislaman sekaligus pelestarian budaya Nusantara, khususnya budaya Betawi, sebagai bagian penting dari identitas Jakarta.
